TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui rencana kolaborasi strategis dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.
Langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan program bantuan pemerintah dengan akses permodalan dan pendampingan UMKM.
Head Ecosystems 1 BRI Regional Office Makassar, Vikri Hadari Banjar, menyatakan bahwa kunjungan ke Dinas Sosial merupakan langkah awal untuk memetakan program kerja tahun 2026.
Baca juga:
BRI Komitmen Perluas Digitalisasi dan Pembiayaan, Salurkan KUR Rp13,46 Triliun untuk UMKM Sulsel
Menurutnya, sinergi ini penting agar dukungan BRI, baik dalam bentuk pelatihan maupun modal usaha, dapat menyasar kelompok yang tepat.
“Kami membutuhkan data valid yang dimiliki Dinas Sosial agar bantuan tepat sasaran. Kolaborasi ini adalah bentuk tanggung jawab sosial BRI sebagai BUMN untuk mendorong masyarakat naik kelas melalui pemberdayaan ekonomi,” ujar Vikri dalam pertemuannya di Makassar, Kamis 8 Januari 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, menyambut baik inisiatif BRI untuk terlibat aktif dalam pengentasan kemiskinan di Sulawesi Selatan.
Baca juga:
Tak Hanya Jadi Jawara, BRI Juga Tunjukkan Wajah Humanis Perbankan di FinExpo 2025 Makassar
Dinsos Sulsel akan mengandalkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama dalam menjalankan kolaborasi tersebut.
Malik menjelaskan bahwa data by name by address yang telah diverifikasi hingga tingkat desa akan menjadi kunci bagi BRI dalam menyalurkan bantuan maupun pelatihan.
“Penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dengan data yang kami miliki, pihak perbankan seperti BRI dapat memberikan intervensi yang berkelanjutan, mulai dari pemberian stimulus hingga pendampingan bisnis bagi penyandang disabilitas,” ungkap Malik.
Baca juga:
Peduli Bencana di Aceh-Sumatera, BRILiaN Regional 15 Makassar Kumpul Donasi
Akses Modal dan Pelatihan
Kolaborasi Dinas Sosial Sulsel bersama BRI memberikan angin segar bagi masyarakat prasejahtera dan disabilitas, pasalnya tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga pelatihan kemandirian ekonomi.
Kolaborasi ini mencakup pelatihan bisnis yakni akan nemberikan keterampilan teknis bagi kelompok rentan.
Lalu akses permodalan dengan mempermudah UMKM prasejahtera mendapatkan modal usaha. Serta pendampingan pasar yakni membantu pemasaran produk hingga ke tingkat nasional.
Meskipun tingkat kemiskinan makro Sulsel (7,65%) berada di bawah rata-rata nasional, intervensi mikro melalui program pemberdayaan UMKM dianggap sangat mendesak untuk mendorong kemandirian warga secara inklusif. (*)



Tinggalkan Balasan