TOPNEWSP.COM, WAJO – Penantian panjang warga Kabupaten Wajo khususnya di Kecamatan Tanasitolo untuk menikmati akses jalan yang layak kini mulai terwujud.
Melalui Program Multi-Year Project (MYP) 2025–2027, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah mempercepat perbaikan di ruas jalan strategis Impa-Impa–Anabanua sepanjang 16,9 kilometer.
Pekerjaan yang menjadi bagian dari Paket IV senilai Rp615,6 miliar ini mencakup wilayah Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone.
Baca juga:
Saat ini, fokus pengerjaan berada di sekitar Masjid Imaduddin Tancung, Kecamatan Tanasitolo, yang masuk dalam tahap pengerasan pondasi dan pengaspalan.
Transformasi jalan ini disambut baik oleh masyarakat setempat yang selama bertahun-tahun harus bergelut dengan debu dan kubangan air.
Hasni M, warga Baru Tancung mengakui bahwa mobilitas ke pasar dan tempat kerja kini jauh lebih cepat karena lubang-lubang jalan yang dulu menghambat kendaraan kini mulai tertutup aspal.
Baca juga:
Perbaikan Jalan Ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang Terus Dikebut, Ini Target Rampungnya
Burhan Cora, pemilik warung makan di tepi jalan ini merasa sangat terbantu. “Dulu banyak sekali debu. Sekarang sebagian sudah diaspal, aktivitas warga dan kendaraan jadi lebih lancar,” ungkapnya.
HSE Officer PT Nindya Karya, Hadyan Rashidi, menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan secara bertahap mulai dari identifikasi lapangan, pembangunan talud, hingga tahap akhir pengaspalan (hotmix).
Pihak pelaksana menargetkan ruas Impa-Impa–Anabanua ini rampung pada pertengahan Maret 2026, atau sebelum hari raya Idul Fitri, guna mendukung kelancaran arus mudik.
Baca juga:
Gubernur Sulsel Groundbreaking Proyek Paket 4 MYC, Ini Daftar Ruas Jalan Penghubung 5 Daerah
“Setiap titik pekerjaan kami siagakan petugas pengatur lalu lintas (flagman) dan sistem buka-tutup jalur untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi,” tambah Hadyan.
Setelah pengerjaan di Wajo selesai, tim rencananya akan bergeser ke ruas selanjutnya, yaitu Ulugalung dan Salonro, guna menuntaskan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan. (*)



Tinggalkan Balasan