TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membenahi infrastruktur kunci di wilayah aglomerasi Makassar mulai membuahkan hasil.
Proyek preservasi Jalan Hertasning, yang merupakan jalur penghubung vital antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, kini tengah memasuki fase krusial penguatan pondasi jalan.
Pekerjaan sepanjang 1,8 kilometer ini menjadi sorotan utama karena statusnya sebagai jalur dengan lalu lintas terpadat.
Baca juga:
Proyek ini merupakan bagian dari Paket 1 program Multi-Years Contract (MYC) Pemprov Sulsel yang menelan anggaran total sekitar Rp430 miliar.
Penanggung Jawab Proyek, Bima, menegaskan bahwa pengerjaan dilakukan dengan standar teknis yang ketat untuk memastikan jalan tidak cepat rusak kembali.
Saat ini, tim di lapangan fokus pada penutupan titik aspal yang rusak sebagai lapis pondasi awal.
Baca juga:
Gubernur Sulsel Groundbreaking Proyek Paket 4 MYC, Ini Daftar Ruas Jalan Penghubung 5 Daerah
“Kami tidak langsung mengaspal. Aspal yang rusak ditutup dan ditambal terlebih dahulu sebagai pondasi dasar. Setelah struktur bawahnya kuat, baru kita masuk ke tahap finishing atau pengaspalan menyeluruh,” beber Bima.
Mengingat tingginya volume kendaraan di jalur Hertasning-Tun Abdul Razak, pihak pelaksana menerapkan sistem pengerjaan separuh badan jalan.
Perubahan ini disambut antusias oleh para pengguna jalan yang selama ini mengeluhkan solusi jangka pendek berupa tambalan paving blok.
Baca juga:
Akhirnya! Warga Tanasitolo Wajo Mulai Bebas dari Jalan Berlubang, Ini Faktanya
Iksan, seorang pengemudi ojek online, menyebutkan bahwa progres yang terlihat saat ini memberikan harapan baru bagi kenyamanan berkendara.
“Dulu warga sering mengeluh karena hanya ditambal paving. Sekarang sudah mulai kelihatan pengaspalan benarnya, mobilitas kami jadi lebih lancar,” katanya.
Selain Jalan Hertasning, program yang dicanangkan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ini juga mencakup total 300,24 kilometer jalan yang tersebar di empat wilayah strategis yakni, Kota Makassar, Gowa, Sinjai dan Bulukumba.
Investasi besar ini diharapkan tidak hanya memperbaiki akses jalan, tetapi juga menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi waktu tempuh bagi masyarakat di Sulawesi Selatan. (*)



Tinggalkan Balasan