TOPNEWSP.COM, JAKARTA – Produk kerajinan tangan (kriya) dan kain tradisional (wastra) asal Sulawesi Selatan sukses mencuri perhatian dalam ajang The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026.
Bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), booth Dekranasda Sulsel ramai dikunjungi pembeli sejak hari pertama pembukaan, Selasa 4 Februari 2026.
Tahun ini, Sulawesi Selatan membawa misi khusus yang sejalan dengan tema pameran, “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”.
Baca juga:
Transaksi di Karya Kreatif Sulsel 2025 Tembus Rp 1,2 Miliar, Sekda: Bukti Nyata Potensi Wastra Lokal

Pada ajang kerajinan terbesar se-Asia Tenggara tersebut Sulsel berpartisipasi dengan memamerkan hasil kurasi ketat dari 24 kabupaten/kota, dengan dua primadona utama.
Yakni Kriya Batu Alam yang merupakan olahan marmer yang disulap menjadi produk seni bernilai tinggi.
Serta Wastra Eksklusif yang merupakan koleksi kain tenun hasil kolaborasi komunitas Designer Olah Tenun (DOT) yang digerakkan oleh para desainer perempuan.
Baca juga:
Wagub Sulsel: Sinergi Budaya dan UMKM Perkuat Ekonomi Kreatif Daerah
Pada kesempatan tersebut, Sulsel bukan sekadar mengejar omzet penjualan namun target utama adalah pengakuan dunia.
“Tujuan utamanya adalah membuka peluang pasar global dan memastikan produk Sulsel mendapatkan pengakuan Indikasi Geografis (IG) agar mampu berkompetisi di level internasional,” ungkap Wakil Ketua Harian Dekranasda Sulsel, Melani Simon Jufri.
Produk lokal Sulsel bersaing berdampingan dengan peserta mancanegara, seperti dari Uzbekistan, Korea Selatan, hingga Polandia. Kehadiran Sulsel diharapkan memperkuat posisi tenun dan marmer sebagai komoditas ekspor yang relevan dengan tren desain global saat ini.
Untuk diketahui, Pameran INACRAFT 2026 masih akan berlangsung hingga 8 Februari 2026. Masyarakat umum diundang untuk melihat langsung kualitas kerajinan tangan Sulawesi Selatan yang telah menembus standar kurasi internasional. (*)



Tinggalkan Balasan