TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mencetak prestasi di bidang sosial ekonomi.
Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan pada September 2025 berhasil ditekan hingga ke angka 7,43 persen.
Angka ini merupakan capaian terendah sejak tahun 2019, menandakan pemulihan ekonomi yang solid pasca-pandemi COVID-19.
Baca juga:
Investasi Sulsel 2025 Tembus Rp19,54 Triliun, Lampaui Target RPJMD 118 Persen
Data menunjukkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Sulsel menunjukkan progres yang sangat positif, pada September 2019: 8,56% (759,58 ribu jiwa) sementara September 2025: 7,43% (685,14 ribu jiwa)
Artinya, dalam kurun waktu enam tahun, terjadi penurunan signifikan baik dari sisi persentase maupun jumlah penduduk.
Selain itu, kesenjangan antara kota dan desa kian menyempit. Kemiskinan di perdesaan kini berada di angka 9,56%, sementara perkotaan di angka 5,17%.
Baca juga:
Investasi Singapura di Sulsel Tembus Rp500 Miliar, Ini Sektor yang Terus Digarap
Bukan sekadar angka, BPS juga mencatat adanya perbaikan kualitas kemiskinan. Jarak pengeluaran warga miskin terhadap garis kemiskinan semakin menyempit, yang berarti masyarakat kelas bawah kini memiliki daya beli yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa hasil ini adalah buah dari kolaborasi lintas sektor.
“Alhamdulillah, angka 7,43% ini adalah yang terendah dalam 6 tahun terakhir. Ini wujud kerja kolaborasi di bawah komando Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menguatkan sektor produktif dan infrastruktur yang tepat sasaran,” ungkap Andi Sudirman, Jumat 6 Februari 2026.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW dan pendamping program kesejahteraan atas dedikasi mereka dalam mengawal program-program pemerintah pusat maupun daerah menuju target Indonesia Emas 2045. (*)



Tinggalkan Balasan