TOPNEWSP.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar resmi memulai langkah strategis untuk mencari nahkoda baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar.
Hal ini menyusul akan berakhirnya masa jabatan komisioner Baznas yang ada pada Mei 2026 mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menekankan pentingnya transparansi dan ketepatan waktu dalam proses rekrutmen ini agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.
Baca juga:
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Balai Kota, Rabu 11 Februari 2026.
Meski persiapan telah dimulai, panitia seleksi (pansel) sepakat untuk tidak mengganggu ritme kerja pengumpulan zakat yang biasanya memuncak pada bulan suci Ramadan.
Komisioner saat ini tetap diminta fokus pada optimalisasi pengumpulan zakat selama bulan puasa. Sementara, pendaftaran direncanakan dibuka setelah Ramadan agar partisipasi calon peserta lebih optimal.
Baca juga:
Sejarah Baru! DPM-PTSP Makassar Sabet Predikat WBK Perdana dari KemenPAN-RB
Mekanisme pendaftaran akan dilakukan secara daring (online), sementara pengembalian berkas fisik tetap dilakukan secara luring (offline).
“Kita beri ruang agar komisioner yang ada tetap fokus menjalankan tugasnya, khususnya di bulan Ramadan. Proses seleksi tetap berjalan sesuai tahapan yang disepakati,” ujar Andi Zulkifly.
Ada poin menarik dalam seleksi kali ini. Rektor UIM sekaligus anggota pansel, Prof. Muammar Bakry, mengusulkan agar para calon komisioner wajib memiliki visi yang kuat terkait pengembangan wakaf.
Baca juga:
Efisiensi Anggaran, Pemkot Makassar Singkirkan Ego Sektoral Lewat Integrasi Digital
Nantinya, setiap pendaftar diminta menuangkan strategi pengembangan wakaf mereka dalam bentuk tulisan sebagai salah satu syarat administrasi.
Hal ini bertujuan agar Baznas Makassar tidak hanya kuat di sektor zakat, tetapi juga inovatif dalam mengelola potensi wakaf di Kota Makassar.
Pada tahap seleksi ini, sekretariat memiliki waktu satu minggu untuk merampungkan draf jadwal seleksi. Seluruh pendaftar akan dikerucutkan menjadi 10 besar untuk mengikuti tes lanjutan.
Adapun pihak Baznas RI dijadwalkan akan hadir langsung dalam tahapan asesmen untuk menjamin standar nasional tetap terjaga.
Kabag Kesra Makassar, Muh Syarief, menambahkan bahwa pengumuman kelulusan administrasi kemungkinan besar akan dilakukan tepat setelah Idulfitri, setelah seluruh berkas diverifikasi sebelum Lebaran. (*)



Tinggalkan Balasan