TOPNEWSP.COM, MAKASSAR — Di tengah kompleksitas tantangan fiskal tahun 2026, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr Agus Fatoni, mengungkapkan strategi jitu bagi Pemerintah Daerah untuk tetap tumbuh.
Dalam forum Ramadhan Leadership Camp 2026 di Makassar 24 Februari 2026, ia memaparkan sembilan sumber pembiayaan yang bisa dioptimalkan daerah agar tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat.
Sembilan sumber tersebut meliputi optimalisasi PAD, BUMD, BLUD, hingga instrumen keuangan modern seperti obligasi daerah dan sukuk. Fatoni menekankan bahwa fleksibilitas anggaran adalah kunci.
Baca juga:
Ramadhan Leadership Camp: Sinergi Forkopimda Kunci Good Governance Sulsel
“Tidak boleh ada alasan pelayanan publik terhenti karena keterbatasan anggaran. Negara harus hadir dalam situasi darurat melalui mekanisme pergeseran anggaran yang sudah diatur undang-undang,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong percepatan belanja melalui e-katalog dan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) untuk menjaga sirkulasi ekonomi tetap sehat.
Selain itu, Agus Fatoni menyarankan agar ASN pengelola keuangan tidak hanya ahli dalam penganggaran, tetapi juga memiliki latar belakang pendidikan hukum dan sertifikasi pengadaan barang/jasa.
Baca juga:
“Kami mendorong ASN menempuh pendidikan hukum, termasuk melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ini penting agar mereka memahami aspek regulasi dan memiliki perlindungan hukum yang kuat saat menjalankan tugas,” ungkapnya.
Langkah ini diharapkan mampu menghilangkan keraguan aparatur dalam melakukan percepatan realisasi APBD. (*)



Tinggalkan Balasan