TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar resmi menutup operasi pencarian Dg Patiha (70), lansia yang hilang di Sungai Bilareng, Kabupaten Gowa.
Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan pencarian intensif selama tujuh hari tanpa hasil.
Korban dilaporkan hilang sejak 5 Maret 2026 setelah barang-barangnya ditemukan di pinggir sungai yang meluap.
Baca juga:
Meski tim telah menyisir area hingga 11 kilometer sampai ke Bendungan Karalloe, keberadaan korban belum juga terdeteksi.
“Setelah evaluasi bersama keluarga dan pemerintah setempat, operasi SAR resmi kami hentikan,” ujar Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar.
Dia menyebut faktor cuaca dan medan sungai yang ekstrem menjadi kendala utama selama proses pencarian.
Baca juga:
Lansia di Gowa Hilang Terseret Arus Sungai, Pencarian Diperluas 2,5 Km hingga Tim Selam Dikerahkan
Selama sepekan, tim SAR gabungan berjuang melawan debit air yang tinggi, jeram yang tajam, serta tumpukan batu besar dalam upaya menemukan warga yang diduga hanyut tersebut.
Andi Sultan mengungkapkan bahwa personel di lapangan telah bekerja maksimal di bawah guyuran hujan dan kondisi sungai yang membahayakan.
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga relawan mahasiswa dan masyarakat yang tidak kenal lelah menyisir sungai,” ungkapnya.
Meski operasi resmi dihentikan, peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi warga sekitar sungai untuk lebih waspada, terutama saat musim penghujan mengubah arus sungai menjadi ganas. (*)



Tinggalkan Balasan