TOPNEWSP.COM, JAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan menjadi momentum bersejarah dalam diplomasi kesehatan global.
Digelar pada 28–31 Januari 2026, rangkaian 25 agenda strategis BPOM mempertemukan Amerika Serikat dan Tiongkok dalam satu panggung kolaborasi.
“BPOM ingin menghadirkan ruang damai di tengah dinamika global, dengan kesehatan publik sebagai bahasa universal,” ujar Kepala BPOM RI Taruna Ikrar.
Baca juga:
Menuju Usia Perak BPOM RI, Taruna Ikrar Beri Penghormatan untuk Pekerja dalam Senyap
Menurut Taruna Ikrar, usia 25 tahun BPOM adalah refleksi perjalanan panjang transformasi institusi pengawasan obat dan makanan Indonesia.
“Seperempat abad BPOM adalah kisah tentang kepercayaan, integritas, dan keberpihakan pada keselamatan rakyat. Dunia melihat Indonesia sebagai mitra yang setara dan dapat dipercaya,” tegasnya.
Pencapaian status World Health Organization Listed Authority (WLA) disebut Taruna sebagai tonggak strategis yang memperkuat posisi Indonesia di panggung regulasi global.
Baca juga:
“WLA bukan hanya pengakuan internasional, tetapi amanah besar agar BPOM terus bekerja berbasis sains, transparansi, dan kepentingan kemanusiaan,” kata Taruna Ikrar.
Rangkaian HUT ke-25 BPOM dihadiri delapan menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara, yakni Airlangga Hartarto, Budi Gunadi Sadikin, Nasaruddin Umar, Brian Yuliarto, Arifatul Choiri Fauzi, Listyo Sigit Prabowo, Zudan Arif Fakrulloh, serta Taufik Hidayat.
“Kehadiran para pemimpin negara menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan adalah agenda strategis nasional,” ujar Taruna.
Baca juga:
Abu Dhabi Saksi Sejarah! Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Matangkan Kerja Sama Regulasi Obat dengan Rusia
Selain itu, turut hadir tokoh nasional Afriansyah Noor, Raffi Ahmad, dan Muhammad Fadil Imran, serta Ketua Dharma Wanita BPOM Elfi Taruna Ikrar.
“BPOM adalah rumah besar kolaborasi negara, masyarakat, keluarga besar BPOM, dan figur publik bergerak bersama,” kata Taruna Ikrar.
Sebanyak 25 agenda utama digelar, meliputi kunjungan ke pabrik obat pertama di Indonesia, Expo Pengawasan Obat dan Makanan, Business Matching & Networking Day, Seminar Internasional dan Nasional, Inspirational Talk for Women, kunjungan ke sekolah mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga WLA Extravaganza: The Power of Influence.
“Kami ingin HUT BPOM menjadi ruang belajar, berbagi, dan berkolaborasi yang nyata,” ujar Taruna.
Baca juga:
Dalam rangkaian HUT ke-25 BPOM, kegiatan juga melibatkan 150 pelaku usaha dan UMKM, pasar murah sembako setiap hari bagi masyarakat dan pegawai BPOM, serta program pemberdayaan UMKM.
Acara ini dihadiri jajaran pejabat BPOM lengkap mendampingi taruna yakni ketua DWP BPOM Elfi Ikrar, Yan Setiadi, AK., M.B.A. (Inspektur Utama), Irjen Pol. Dr. Jayadi, S.I.K., M.H. (Sekretaris Utama), dr. William Adi Teja, B.M.S., M.D. (Deputi Pengawasan Obat, NPP, dan Zat Adiktif), Mohamad Kashuri, S.Si., Apt., M.Farm. (Deputi OT, SK, dan Kosmetik), Dra. Elin Herlina, Apt., M.P. (Deputi Pangan Olahan), Irjen Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos. (Deputi Penindakan), staf khusus BPOM dr. Wachyudi Muchsin, Rita Endang, pimpinan pelaku usaha, Kepala Balai BPOM seluruh Indonesia, serta masyarakat umum.
“BPOM 25 tahun adalah tentang masa depan keberpihakan pada rakyat, penguatan UMKM, dan peran Indonesia sebagai jembatan kolaborasi dunia demi kesehatan umat manusia,” tandas Taruna Ikrar. (*)



Tinggalkan Balasan