TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan tidak ingin keterbatasan anggaran menjadi penghalang dalam mengawal demokrasi.
Dalam rapat pembahasan program dan anggaran tahun 2026 yang digelar Senin (2/2/2026), lembaga ini resmi menetapkan strategi “Pengawasan Kreatif” untuk menjaga performa lembaga tetap prima.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menginstruksikan seluruh jajaran untuk lebih lincah dalam berakselerasi.
Baca juga:
Bawaslu Sulsel Siapkan Komunikator Anti-Hoaks untuk Pemilu 2029
Di tengah minimnya ketersediaan dana, ia menekankan pentingnya memaksimalkan kegiatan non-budgeter dan integrasi lintas divisi.
Untuk memastikan setiap rupiah memberikan dampak maksimal, Bawaslu Sulsel menggarisbawahi tiga poin krusial dalam perencanaannya.
Pemisahan Skala Prioritas: Memisahkan secara tegas antara belanja rutin dan kegiatan program agar output pengawasan lebih terukur.
Baca juga:
Perkuat Layanan Informasi dan Literasi Data, Bawaslu RI Sambangi Sulsel
Memperkuat dokumentasi dan publikasi setiap kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat.
Hingga melakukan pelatihan teknis dan pembinaan tata naskah dinas, terutama bagi pegawai baru, guna meningkatkan soliditas tim.
“Kondisi anggaran tidak boleh mematikan kreativitas. Kita harus adaptif, memastikan setiap kegiatan punya output jelas, dan tetap mengedepankan kolaborasi,” ujar Mardiana Rusli.
Baca juga:
Pemkot Makassar-KPID Sulsel Komitmen Jaga Siaran Publik Demi Redam Hoaks Digital
Mardiana, yang akrab disapa Ana, juga mengingatkan bahwa keterbukaan informasi adalah kewajiban.
Dia pun mendorong peran aktif divisi Humas dan Data Informasi untuk memastikan publik mengetahui setiap langkah pengawasan yang dilakukan, sekecil apa pun anggaran yang digunakan.
Dengan langkah ini, Bawaslu Sulsel optimis dapat menghadapi tantangan pengawasan pemilu tahun 2026 dengan profesionalisme tinggi dan organisasi yang lebih ramping namun tetap efektif. (*)



Tinggalkan Balasan