TOPNEWSP.COM, WAJO – Kabupaten Wajo sukses mencatatkan sejarah baru dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar upacara bendera dan senam massal secara serentak di 1.000 lokasi berbeda di seluruh wilayah Wajo pada Senin 4 Mei 2026.
Kegiatan yang berpusat di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo ini tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga memukau karena para peserta mengenakan pakaian adat tradisional.
Wakil Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin, yang bertindak sebagai pembina upacara, tampil berwibawa mengenakan Pakaian Sipil Resmi (PSR).
Baca juga:
Kado Spesial HJW ke-627: Pemprov Sulsel Kucurkan Bantuan Rp15 Miliar untuk Wajo
Dalam amanatnya, dr. Baso menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini sengaja dikemas secara berbeda untuk memberikan dampak yang lebih mendalam bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan serentak di 1.000 lokasi ini, kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus membangun karakter anak bangsa sejak dini,” tegas dr. Baso di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari para guru dan siswa.
Dia juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menjadikan Hardiknas sebagai momen refleksi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Wajo, sekaligus menghidupkan kembali semangat Tut Wuri Handayani yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara.
Baca juga:
Lawan Narkoba dan Judi Online, Polres Wajo Edukasi Karyawan PLN Sengkang
Kemeriahan upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wajo. Tampak hadir mendampingi Wakil Bupati antara lain:
Ketua DPRD Wajo, Kajari Wajo, Dandim 1406 Wajo, Kapolres Wajo, Ketua PA dan PN Wajo serta Sekretaris Daerah Wajo, Armayani.
Di sisi lain, selain penggunaan pakaian adat yang mencerminkan kekayaan budaya Bugis, daya tarik utama acara ini adalah pelaksanaan Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia yang diikuti secara antusias oleh ribuan siswa di berbagai sekolah secara serentak.
Baca juga:
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Alamsyah, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini diselaraskan dengan tema Hardiknas 2026, yaitu “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Berkualitas”.
“Kita tidak hanya sekadar memperingati, tetapi juga menciptakan gerakan nyata. Melalui pakaian adat, anak-anak diajarkan menghargai warisan leluhur. Sementara itu, Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia menanamkan nilai-nilai disiplin, kebersihan, gotong royong, dan perilaku positif lainnya secara menyenangkan,” pungkas Alamsyah.
Aksi serentak di 1.000 titik ini menjadi bukti nyata kekompakan masyarakat dan dunia pendidikan di Kabupaten Wajo dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (*)



Tinggalkan Balasan