TOPNEWSP.COM, BULUKUMBA — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini mulai merambah dunia pendidikan vokasi di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menjawab tantangan tersebut, Jurusan Teknik Mesin dan Industri (JTMI) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Negeri 6 Bulukumba pada Rabu, (13/5/2026).
Mengangkat tema “Implementasi Artificial Intelligence (AI) sebagai Asisten Pembelajaran dalam Meningkatkan Literasi Digital Guru,”
Baca juga:
Gerindra Makassar Mulai Panaskan Mesin 2029: Prioritaskan Kader dan Buka Pintu Pengurus Baru
“Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan teknologi masa kini agar proses belajar-mengajar di kelas menjadi lebih adaptif dan interaktif, ” kata perwakilan PKM JTM FT-UNM.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Tim PKM JTMI FT UNM yang beranggotakan, Prof. Dr. Nurlaela, Andi Muadz Palerangi, Nurfadillah dan dihadiri oleh 30 peserta—termasuk Wakil Dekan IV FT UNM, Ketua Jurusan JTMI, serta jajaran guru dan Kepala SMKN 6 Bulukumba—ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah.
Baca juga:
Kain Sutera dan Marmer Sulsel Pukau Pengunjung INACRAFT 2026 di JICC
Dalam sesi pembukaan, Tim PKM FT UNM meluruskan persepsi keliru yang sering beredar di masyarakat mengenai kecerdasan buatan.
“Pemanfaatan AI ini bukan hadir untuk menggantikan peran Bapak dan Ibu guru di kelas. Sebaliknya, AI dirancang untuk menjadi asisten pintar yang membantu guru menyusun perangkat ajar, media pembelajaran, hingga evaluasi secara lebih cepat dan kreatif,” ujar perwakilan Tim PKM FT UNM.
Untuk memastikan para guru benar-benar menguasai materi, pelatihan ini dikemas secara sistematis ke dalam enam sesi praktik langsung (hands-on).
Baca juga:
Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai-Bulukumba, Ini Pesan Gubernur Andi Sudirman
Guru mengenal fungsi dasar ChatGPT, Google Gemini, dan Canva AI, serta belajar membuat perintah (prompt) sederhana.
Praktik membuat tujuan pembelajaran, modul, dan asesmen berbasis kurikulum SMK dengan validasi guru.
Membuat presentasi otomatis, infografis, dan video pendek menggunakan Canva dan Gamma AI agar kelas vokasi lebih menarik.
Menyusun soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), rubrik penilaian, dan bank soal digital lewat Quizizz.
Strategi merumuskan instruksi spesifik ke AI agar menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran.
Praktik menjadikan AI sebagai tutor virtual dan pemantik diskusi studi kasus di ruang kelas. Melalui pelatihan intensif ini, JTMI FT UNM berharap guru-guru di SMKN 6 Bulukumba dapat menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi pendidikan yang bijak dan produktif.
Langkah nyata ini diharapkan tidak hanya berhenti di Bulukumba, melainkan mampu menjadi pemantik transformasi digital yang lebih luas bagi pendidikan vokasi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan demi menyongsong pembelajaran abad ke-21. (“)



Tinggalkan Balasan