TOPNEWSP.COM, YOGYAKARTA — Politeknik Teknologi dan Inovasi (POLTEKIS) Luwu Utara segera terwujud. Langkah nyata yang dilakukan pemerintah setempat kini memasuki babak akhir.
Bupati Luwu Utara sekaligus Pendiri Yayasan Andi Manenne Cendekia, Andi Abdullah Rahim, memimpin langsung kunjungan kerja strategis ke Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), Yogyakarta.
Hal itu merupakan sebagai puncak rangkaian agenda benchmarking pengembangan kampus vokasi baru tersebut.
Baca juga:
HUT ke-27 Luwu Utara: Akselerasi Ekonomi Melejit, Pesawat ATR Resmi Mengudara
Kunjungan ini berfokus pada pematangan persiapan teknis, penyusunan kurikulum terapan, serta strategi hilirisasi potensi daerah berbasis riset inovatif.
Rombongan delegasi diterima langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM, Dr. Endang Soelistyowati.
Dalam pertemuannya, kedua pihak membahas poin-poin krusial terkait pengembangan pendidikan vokasi berbasis potensi lokal.
Baca juga:
Lama Memperihatinkan, Jalan Seko di Luwu Utara Bakal Segera Mulus
Pada kesempatan itu, SV UGM memaparkan model riset terapan yang memadukan kurikulum, pemanfaatan teknologi, dan pengolahan hasil daerah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Pihak SV UGM juga menampilkan contoh nyata hasil inovasi berupa olahan cokelat murni riset terapan. Model ini diproyeksikan menjadi cetak biru pengolahan komoditas kakao unggulan Luwu Utara.
Selain itu, juga menyiapkan tenaga terampil daerah agar mampu mengelola industri olahan mandiri tanpa perlu menjual bahan mentah (raw material) keluar daerah.
Baca juga:
Lutra Tuan Rumah STQH XXIII Sulsel, Ini Harapan Bupati Andi Abdullah Rahim
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menegaskan bahwa pola pengembangan agroindustri yang diterapkan SV UGM sangat relevan dengan karakteristik ekonomi Luwu Utara yang bertumpu pada sektor perkebunan.
“Potensi yang dikembangkan di UGM sebagian besar juga ada di Luwu Utara, salah satunya kakao. Ini menjadi peluang besar untuk dikembangkan melalui pendidikan vokasi sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan di UGM Yogyakarta ini resmi menutup seluruh rangkaian studi banding Yayasan Andi Manenne Cendekia, yang sebelumnya telah menyelesaikan agenda serupa di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Hasil dari kunjungan ini akan segera diformulasikan menjadi fondasi teknis pendirian POLTEKIS guna mencetak generasi muda Luwu Utara yang berdaya saing global. (*)



Tinggalkan Balasan