TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Yayasan Babussalam menggelar kegiatan Zikir dan Tablig Akbar Kebangsaan di salah satu ikon Kota Makassar.
Zikir dan Tablig Akbar itu menghadirkan Habib Husein dan Dai sejuta followers, Das’ad Latif yang mengusung tema “Bersatu dalam Doa, Tangguh dalam Persatuan,” dan mempererat ukhuwah serta menjaga kondusivitas daerah.
Ketua Panitia Kegiatan, Syarifuddin Nasution, menjelaskan bahwa pelaksanaan acara di luar area masjid merupakan langkah baru bagi Yayasan Babussalam yang biasanya berpusat di Masjid Babussalam, Borong Raya.
Baca juga:
Rayakan HUT ke-80 RI di Gunung Bawakaraeng, 32 Pendaki Alami Trouble Satu Meninggal
Pemilihan lokasi ikonik ini disengaja untuk menghadirkan suasana baru sekaligus merangkul berbagai etnis dan elemen masyarakat di Kota Makassar.
“Kami ingin menyatukan beberapa etnis yang ada untuk berdoa bersama. Harapan kami, masyarakat Makassar bisa tetap aman, jauh dari sikap-sikap anarkis, serta senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujar Syarifuddin.
Melalui agenda kebangsaan ini, Yayasan Babussalam mendorong pentingnya komunikasi yang harmonis dan sikap saling menghargai.
Baca juga:
4.068 Pendaki Rayakan HUT ke 80 RI di Gunung Bawakaraeng, 25 Orang Alami Trouble
Syarifuddin menegaskan bahwa meskipun setiap pihak memiliki kepentingan masing-masing, kemaslahatan masyarakat dan bangsa harus tetap ditempatkan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Sejumlah tokoh penting dan ormas keagamaan turut diundang dalam perhelatan ini, di antaranya Wali Kota Makassar, Kapolrestabes Makassar, MUI Kota Makassar, Wahdah Islamiyah, DPW Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta tokoh masyarakat setempat.
Meski terbuka untuk umum, panitia membatasi jumlah peserta menyesuaikan kapasitas lokasi.
Baca juga:
Syarifuddin menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang telah menginjak usia 81 tahun.
Dia berharap tidak ada lagi pengkotak-kotakan di tengah masyarakat, melainkan penyatuan visi dan misi demi kemajuan Indonesia ke depan.
“Output yang kami harapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya lingkungan yang aman dari berbagai tindakan kejahatan, aksi anarkis, maupun gangguan geng motor yang meresahkan,” tuturnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh protokol dan panitia, dilanjutkan dengan sesi zikir yang dipimpin oleh Habib Husein. Acara kemudian diisi dengan tausiyah kebangsaan oleh Ustaz Das’ad Latif, dan ditutup kembali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Husein. (*)



Tinggalkan Balasan