TOPNEWSP.COM, BULUKUMBA — Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian Slamet (50), seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Memasuki hari keempat operasi pada Minggu (4 Oktober 2026), jangkauan penyisiran kini diperluas menyusul belum ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban.
Slamet diketahui berangkat melaut seorang diri sejak Rabu (30 September 2026) sekitar pukul 16.00 Wita menuju kawasan Pantai Kasuso Ara.
Dia mengemudikan perahu hijau bertuliskan “Cahaya Bira” dan mengenakan pakaian cokelat. Kekhawatiran muncul setelah korban tidak kunjung pulang pada Kamis dini hari sesuai kebiasaannya.
Pihak keluarga sempat melakukan pencarian mandiri menggunakan tiga unit kapal, namun hasilnya nihil hingga akhirnya melapor ke Basarnas Makassar pada Kamis (1 Oktober 2026) siang.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh. Arif Anwar menjelaskan bahwa strategi pencarian hari ini disesuaikan dengan simulasi pemetaan arah arus laut dan angin (Sarmap).
Tragis! Nelayan yang Jatuh di Laut Sinjai Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Area Pencarian
”Operasi hari keempat ini fokus pada perluasan area pencarian berdasarkan pola arah arus dan angin melalui sistem Sarmap. Kami membagi tim menjadi tiga SRU untuk memaksimalkan penyisiran di titik-titik krusial Perairan Bira hingga ke perbatasan wilayah sekitarnya,” ungkap Arif.
Untuk mengefektifkan penyisiran di luas area total 88 mil laut persegi (nm^2), tim gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Bantaeng, TNI AL, Polairud, BPBD Bantaeng, serta nelayan lokal dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 (Rubber Boat), bergerak dari Pelabuhan Lembangkeke menyisir Sektor 1 seluas 28 nm^2 (entry point 5°20’5.47″S 120°24’27.57″E).
Sementara, SRU 2 (Speed Boat), bergerak dari Pelabuhan Lembangkeke menyisir Sektor 2 seluas 28 nm^2 (entry point 5°13’46.54″S 120°20’19.41″E).
Dan SRU 3 (Kapal Nelayan), bergerak dari Pelabuhan Larea-rea menyisir Sektor 3 seluas 32 nm^2 (entry point 5°6’23.77″S 120°17’16.27″E).
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berjalan dengan memantau perkembangan cuaca serta pergerakan dinamika arus di lokasi kejadian.
Seluruh unsur yang terlibat berkomitmen memaksimalkan pemantauan agar keberadaan korban dapat segera teridentifikasi. (*)



Tinggalkan Balasan