TOPNEWSP.COM, WAJO – Kabupaten Wajo menunjukkan taji dalam peta ekonomi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, daerah berjuluk Kota Sutera ini berhasil menduduki peringkat ketiga dengan laju pertumbuhan ekonomi mencapai 7,16%.
Angka ini menempatkan Wajo tepat di bawah Kabupaten Sidrap (7,71%) dan Kabupaten Luwu (7,43%), mengungguli daerah besar lainnya seperti Gowa yang berada di posisi keempat.
Baca juga:
Tempati Rujab Baru, Bupati Wajo Andi Rosman: Ini Rumah bagi Seluruh Masyarakat
Pertumbuhan di atas 7% ini menandakan bahwa struktur ekonomi Wajo sedang berada dalam fase ekspansi kuat.
Bupati Wajo, Andi Rosman, menyebutkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari sinergi semua pihak. “Ini berkat kolaborasi dan komunikasi lintas sektor yang terus kita galakkan,” ujarnya.
Fokus pada pengembangan UMKM lokal menjadi salah satu mesin penggerak utama di bawah kepemimpinan duet Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin.
Baca juga:
Ini Pesan Bupati Andi Rosman untuk OPD dan Jajaran Usai APBD Wajo 2026 Disepakati
Kebangkitan ekonomi luar biasa terjadi di Kabupaten Wajo. Sempat terpuruk di posisi terendah se-Sulsel pada tahun 2023 dengan pertumbuhan hanya 1,43%, kini di bawah nakhoda Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin, Wajo melompat jauh ke angka 7,16% pada tahun 2025.
Peningkatan signifikan ini tidak lepas dari program prioritas pemulihan ekonomi, khususnya penguatan sektor UMKM.
Andi Rosman menegaskan bahwa angka ini bukan sekadar statistik, melainkan hasil nyata dari tangan dingin kepemimpinannya dalam membangun ekosistem usaha yang sehat di Kota Sutera.
Bupati mengapresiasi kerja keras seluruh elemen masyarakat yang berhasil membawa Wajo keluar dari masa sulit di tahun-tahun sebelumnya hingga kini mampu bersaing di papan atas pertumbuhan ekonomi daerah. (*)



Tinggalkan Balasan