TOPNEWSP.COM, SIDRAP – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, melakukan kunjungan kerja ke SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Rappang, Kabupaten Sidrap, pada Jumat 10 April 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau inovasi pengelolaan limbah sekolah sekaligus memperkuat program kesehatan remaja di tingkat daerah.
Salah satu poin utama yang mencuri perhatian Wagub adalah kedisiplinan sekolah dalam memilah sampah. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, MBS Rappang telah menerapkan pemisahan sampah ke dalam lima kategori yakni, organik, anorganik, plastik, residu dan bahan berbahaya dan beracun (B3).
Baca juga:
Sokong Pangan Nasional, Wagub Fatmawati Rusdi Pantau Langsung Pesta Panen di Pinrang
Bahkan, sekolah ini berhasil mengubah limbah tersebut menjadi produk bernilai guna, seperti batako.
Fatmawati Rusdi memuji langkah ini sebagai wujud nyata ekonomi sirkular yang patut dicontoh.
“Ini luar biasa. Pemilahan yang detail hingga lima kategori ini bisa menjadi percontohan bagi masyarakat luas,” ungkap Fatmawati.
Baca juga:
Ini Pesan Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi di Perayaan Imlek 2026
Perangi Stunting Sejak Remaja
Tak hanya soal lingkungan, agenda ini juga menyasar isu kesehatan krusial, yakni pencegahan stunting.
Wagub menekankan bahwa kesehatan remaja putri adalah kunci utama dalam memutus rantai stunting di masa depan.
Sebagai langkah nyata, Pemprov Sulsel menyerahkan bantuan berupa Vitamin penambah darah untuk siswi guna mencegah anemia.
Baca juga:
BPK Beri Catatan Strategis, Wagub Fatmawati Minta Bank Sulselbar Perkuat Keamanan Siber dan Inovasi
Selain itu, mesin pencacah sampah untuk mendukung operasional kebersihan sekolah hingga bibit pohon alpukat untuk program penghijauan.
Dalam arahannya, Fatmawati mendorong Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk segera menetapkan wilayah pilot project pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dia berharap keberhasilan di MBS Rappang dapat direplikasi secara massal di wilayah lain di Sulawesi Selatan.
Kepala Sekolah SMP MBS Rappang, Ridwan, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menyatakan bahwa kehadiran pemerintah provinsi menjadi suntikan motivasi bagi sekolah untuk terus mengintegrasikan pendidikan akademis dengan kesadaran lingkungan serta literasi melalui program Pojok Literasi Sibali Reso. (*)



Tinggalkan Balasan