TOPNEWSP.COM, JAKARTA – Keluarga Besar Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB) sukses menggelar perayaan HUT ke-16 dengan menggabungkan nuansa syukur Idul Fitri dan semangat perjuangan Kartini.
Acara yang digelar di Sriwijaya Hall, Jakarta Selatan, Minggu 26 April 2026 itu bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan posisi perempuan Mandar di perantauan untuk tetap solid dan berdaya.
Ketua Umum BPP KWMSB, Dr. Asriaty Alda Zain, menekankan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini berfokus pada langkah konkret.
Baca juga:
Selain memperluas jaringan melalui pembentukan pengurus wilayah baru, KWMSB kini memprioritaskan program-program yang menyentuh akar rumput keluarga.
“Kami ingin fokus pada penguatan ekonomi keluarga berbasis keterampilan. Ini adalah kunci agar perempuan Mandar tidak hanya rukun secara sosial, tetapi juga mandiri secara finansial,” tegas Asriaty dalam pidatonya.
Sisi emosional acara muncul saat Dr. Muhammad Zain, Ketua Umum BPP KKMSB, memberikan hikmah Halal Bihalal. Ia mengingatkan para hadirin untuk tetap memegang teguh identitas sebagai To Mala’bi’ (orang yang bermartabat).
Baca juga:
Momen Hari Kartini: Pemprov Sulsel Teguhkan Peran Perempuan
Dia pun mengajak seluruh anggota KWMSB untuk meneladani sifat Baharuddin Lopa, tokoh legendaris Mandar yang dikenal karena integritasnya.
Yakni nilai-nilai seperti, Malabo (Kedermawanan), Sipa’ Mandar (Kebersamaan), Kejujuran dan Kesederhanaan
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya penyanyi nasional Cici Paramida. Sebagai seniman berdarah Mandar, kehadirannya menjadi simbol suksesnya regenerasi dan eksistensi warga Sulawesi Barat di kancah nasional.
Baca juga:
Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Sampaikan Duka
Acara yang dipandu oleh Dian Nurindah (Ketua Panitia) ini juga dihadiri oleh para tokoh kunci dan pendiri, seperti Jauhar Manikam dan Nurjannah Hammadiyah, yang mengenang kembali betapa sulitnya membangun pondasi organisasi ini enam belas tahun silam.
Kini di usia 16 tahun, KWMSB terus bertransformasi dari sekadar wadah silaturahmi menjadi organisasi sosial yang aktif berkontribusi bagi masyarakat Sulawesi Barat di Jakarta maupun di daerah asal, dengan mengusung filosofi “Berlayar dengan Ketulusan, Bersatu dalam Kerukunan.” (*)



Tinggalkan Balasan