TOPNEWSP.COM, JAKARTA – Program inovasi PASTI BERAKSI (Penanganan Anak Tidak Sekolah Berbasis Aksi Kolaborasi) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menuai pujian di panggung nasional.
Keberhasilan program ini membawa Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjadi satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang diundang sebagai pembicara dalam peluncuran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Langkah progresif Sulsel dinilai sejalan dengan misi besar Perpres baru tersebut, yang dirancang untuk memperkuat implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di Indonesia.
Baca juga:
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Tegaskan Pancasila Harus Jadi Pedoman Hadapi Perbedaan
Dalam forum strategis yang dihadiri oleh jajaran menteri kabinet—termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti—Andi Sudirman membeberkan rahasia di balik suksesnya penanganan ATS di wilayahnya.
Menurutnya, kunci utama terletak pada pendekatan kolaboratif dan payung hukum yang kuat.
“Pemprov Sulsel memilih pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga mitra pembangunan internasional,” ujar Andi Sudirman.
Baca juga:
Sannipata Waisak 2026 di Fort Rotterdam, Gubernur Andi Sudirman Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi
Sejak diluncurkan pada 28 Juli 2022, PASTI BERAKSI tidak berjalan sendiri. Pemprov Sulsel memperkuatnya dengan berbagai regulasi matang, termasuk Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan dan Penanganan ATS Periode 2025-2029.
Komitmen ini bahkan telah mengantarkan Sulsel meraih penghargaan bergengsi SDG’s Action Award pada tahun 2024 lalu.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang konkret. Berdasarkan data yang dipaparkan, Sulsel berhasil mencatatkan tren positif dalam pemulihan hak pendidikan anak.
Baca juga:
Akses ke Seko Dipercepat, Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan Ruas Sabbang-Tallang-Sae Rongkong
Penurunan Persentase ATS: Angka ATS usia 7–18 tahun di Sulsel yang awalnya berada di angka 8,51% (2020), berhasil ditekan hingga menjadi 6,37% (2025).
Anak yang Berhasil Kembali Sekolah (per 31 Agustus 2025), 28.702 anak usia 7–18 tahun berhasil dikembalikan ke bangku pendidikan dan 13.332 anak usia 19–24 tahun berhasil mendapatkan kembali akses layanan pendidikan.
Pencapaian ini didorong oleh berbagai program pendukung yang masif, mulai dari penyediaan beasiswa, fasilitas pembelajaran digital lewat Smart School, penguatan keterampilan vokasional, hingga bantuan perlengkapan sekolah gratis.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Bahjuri Ali, memberikan apresiasi tinggi atas langkah nyata yang ditunjukkan oleh Pemprov Sulsel.
Baca juga:
Temui Menteri PU, Gubernur Andi Sudirman Ajukan Proyek Strategis Percepat Konektivitas Timur
“Makanya kami mengundang Gubernur Sulawesi Selatan yang sangat progresif dalam menuntaskan isu Anak Tidak Sekolah melalui penerbitan Pergub… serta berhasil mengembalikan 27.000 anak ke dalam layanan pendidikan,” pungkas Bahjuri saat membuka acara.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Sulawesi Selatan kini sukses memantapkan posisinya sebagai daerah pionir.
Inovasi yang lahir dari daerah ini terbukti tidak hanya menyelamatkan masa depan puluhan ribu anak di Sulsel, tetapi juga menjadi cetak biru (blueprint) bagi kebijakan pendidikan di tingkat nasional. (*)



Tinggalkan Balasan