Skip to content
  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • TikTok

TOPNEWS PORTAL

  • SULSEL
  • MAKASSAR
  • SULBAR
  • NASIONAL
  • NUSANTARA
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFESTYLE

Ketum JMSI Teguh Santosa Serukan Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik

Avatar AN Latif
AN Latif
Juli 14, 2026
Ketum JMSI Teguh Santosa Serukan Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik

TOPNEWSP.COM, KUNMING — Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr Teguh Santosa hadir dalam pertemuan meja bundar media Asia Selatan dan Asia Tenggara yang diselenggarakan All China Journalists Association (ACJA) di Kunming, Yunnan, Selasa, 14 Juli 2026.

Pada kesempatan itu, Teguh menyebutkan, masyarakat pers di Asia dirasa perlu membangun narasi Asia yang kuat dan otentik di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dalam kegiatan bertema “Bagaimana Membentuk Narasi Asia di Era Kecerdasan Buatan” delegasi Indonesia diwakili JMSI terdiri dari Penasihat JMSI Pusat Mursyid Sonsang, Utusan Bidang Luar Negeri Yophiandi Kurniawan, Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan, dan Ketua JMSI Kalimantan Tengah Julius Marulitua Sinaga, serta  pembina Farah.id, Farida Farhah.

Baca juga:

Pengurus JMSI Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Dorong Standar Pers Siber Lebih Profesional

Teguh menggarisbawahi hubungan yang mendalam antara Indonesia dan daratan Asia, khususnya dengan wilayah Yunnan. Dia mengatakan, Yunnan memiliki tempat istimewa dalam kesadaran sejarah masyarakat Indonesia.

Catatan sejarah menunjukkan nenek moyang bangsa Indonesia bermigrasi melalui wilayah selatan Tiongkok, termasuk Yunnan, menuju kepulauan Nusantara.

Perjalanan panjang ini meletakkan fondasi awal bagi koneksi budaya dan kemasyarakatan yang kuat, serta membentuk warisan bersama yang masih lestari hingga saat ini.

Baca juga:

TOP! Wali Kota Makassar Raih Golden Leader JMSI Award 2026, Sukses Integrasikan 358 Layanan ke LONTARA+

Teguh juga mengenang sosok legendaris Laksamana Cheng Ho dari era Dinasti Ming di abad ke-15, yang juga berasal dari Provinsi Yunnan.

Bagi Indonesia, Cheng Ho bukan sekadar penjelajah, melainkan simbol persahabatan, diplomasi, dan jembatan antarkebudayaan yang membuktikan bahwa hubungan kedua bangsa telah terjalin selama berabad-abad melalui perdamaian dan perdagangan.

Dalam sesi tersebut, Teguh membagikan bukti ilmiah mengenai jejak leluhur keluarganya yang dia peroleh melalui serangkaian tes DNA.

Baca juga:

Sekda Sulsel Dorong Peran Krusial JMSI Wujudkan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa garis keturunan paternal dan maternalnya memiliki akar migrasi yang sangat panjang, sekitar 180 ribu sampai 275 ribu tahun, dari wilayah timur Afrika yang melintasi Asia hingga sampai ke Nusantara.

Dalam bagian berikutnya, Teguh mengatakan, inisiatif ACJA menyelenggarakan pertemuan di jantung provinsi Yunnan ini merupakan bukti komitmen nyata untuk memperkuat solidaritas media, baik di tingkat domestik maupun kawasan.

“Kehadiran pemimpin media dan organisasi media dari Asia Selatan dan Asia Tenggara dalam forum ini mencerminkan semangat kolektif untuk terus memupuk dialog, kerja sama, dan pemahaman bersama demi masa depan Asia yang stabil dan inklusif,” ujarnya.

Baca juga:

Resmi Dilantik, JMSI Sulsel Targetkan Peran Besar dalam Penguatan Ekonomi Daerah

Karena itu Teguh menambahkan, pertemuan ini adalah momentum krusial bagi industri media dalam menghadapi tantangan transformasi teknologi yang tengah mengubah lanskap ekosistem informasi global secara radikal.

Dia mengingatkan, meskipun menyediakan perangkat analisis data yang canggih, teknologi AI ini juga berisiko mengaburkan perspektif regional yang unik akibat algoritma yang kerap diprogram dengan standar yang berpusat pada nilai-nilai tertentu. Oleh karena itu, ia menyerukan agar narasi Asia harus dikurasi secara proaktif.

Teguh menekankan urgensi untuk menyematkan etika AI, nuansa nilai-nilai budaya lokal, serta realitas pembangunan regional ke dalam sistem digital yang membentuk persepsi publik. Dengan cara ini, Asia dapat memastikan bahwa teknologi tidak mengikis identitas unik kawasan dalam arus informasi global.

Lebih lanjut, ia menegaskan peran media sebagai jembatan narasi positif di tengah disrupsi informasi saat ini. Dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, ia meyakini bahwa kearifan masa lalu yang diwakili oleh semangat persaudaraan Laksamana Cheng Ho tetap akan relevan dalam era algoritma.

Baca juga:

Menteri Komdigi dan Wagub Sulsel Ungkap Peran Penting Perempuan Menjaga Ketahanan Digital Keluarga

Prioritas Kolaborasi

Teguh menyoroti beberapa isu fundamental yang harus menjadi prioritas dalam kolaborasi media, yakni pembangunan nasional dan regional, kemitraan masyarakat sipil, keberlanjutan lingkungan dan ekonomi hijau, serta stabilitas kawasan.

“Perdamaian bukan kondisi yang terjadi dengan sendirinya, melainkan harus dicapai melalui dialog terbuka. Media memiliki kekuatan besar untuk meredam potensi konflik dan mengedepankan narasi perdamaian yang menyejukkan,” tambahnya.

Karena di era AI pers harus menjadi garda terdepan sebagai penjaga kebenaran, Teguh  mengajak masyarakat pers Asia memanfaatkan teknologi guna memerangi penyebaran disinformasi dan ujaran kebencian.

Baca juga:

JMSI Sidrap Resmi Dilantik, Bupati Syaharuddin Alrif Langsung Beri Tantangan Ini

Teguh menegaskan bahwa masa depan digital Asia harus dibangun di atas fondasi transparansi, integritas, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan bersama bangsa Asia. Kemitraan media lintas batas adalah solusi terbaik untuk merespons tantangan zaman. Ia mengajak seluruh peserta forum di Kunming untuk saling bertukar gagasan dan memperkuat jaringan profesional.

Langkah ini penting dilakukan agar saat merangkul kecerdasan buatan, masyarakat pers melakukannya dengan syarat dan ketentuannya sendiri. Hal ini bertujuan memperkuat identitas regional kita dan tidak membiarkannya hilang tergerus oleh mesin.

Teguh berharap hasil pertemuan di Kunming akan menjadi langkah konkret bagi perkembangan media di kawasan Asia. Harapannya, lahir rekomendasi yang mampu membawa perubahan nyata bagi ekosistem media yang lebih sehat di masa depan.

Dengan semangat kebersamaan yang terjalin di Kunming, ia optimistis bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat di seluruh penjuru Asia dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP ARTIKEL

  • Ini 5 Momen Rivalitas Bersejarah dan Legendaris antara Prancis vs Spanyol

    Juli 14, 2026
  • Ketum JMSI Teguh Santosa Serukan Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik

    Juli 14, 2026
  • Jelang Semifinal Piala Dunia 2026: Rekor Pertemuan Argentina vs Inggris dan Perseteruan Klasik hingga Gol Tangan Tuhan Maradona

    Juli 14, 2026
  • Dinilai Tak Adil bagi Daerah Penghasil, JMSI Wajo Desak Evaluasi Participating Interest Migas 2,5 Persen

    Juli 14, 2026
  • Jelang Semifinal Piala Dunia 2026: Rekor Pertemuan Prancis vs Spanyol, Siapa Paling Jago?

    Juli 12, 2026

TOP Tags

Andi Sudirman Sulaiman dprd makassar Gubernur Sulsel kabupaten wajo Kota makassar

About Us

TOPNEWS PORTAL

Tentang Kami

Kode Etik

Redaksi

Kota Makassar, Sulawesi Selatan
+62859-3522-2004
redaksi.topnewsportal@gmail.com

Latest Articles

  • Ini 5 Momen Rivalitas Bersejarah dan Legendaris antara Prancis vs Spanyol

    Ini 5 Momen Rivalitas Bersejarah dan Legendaris antara Prancis vs Spanyol

    Juli 14, 2026
  • Ketum JMSI Teguh Santosa Serukan Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik

    Ketum JMSI Teguh Santosa Serukan Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik

    Juli 14, 2026
  • Jelang Semifinal Piala Dunia 2026: Rekor Pertemuan Argentina vs Inggris dan Perseteruan Klasik hingga Gol Tangan Tuhan Maradona

    Jelang Semifinal Piala Dunia 2026: Rekor Pertemuan Argentina vs Inggris dan Perseteruan Klasik hingga Gol Tangan Tuhan Maradona

    Juli 14, 2026

Media Partner

  • Instagram
  • TikTok
  • Facebook
  • X

© 2025 TopNews Portal. All rights reserved.

Scroll to Top