TOPNEWSP.COM, SELAYAR – Nasib nahas menimpa kapal motor (KM) Nurul Salsa yang mengangkut 74 penumpang dilaporkan tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus berpacu dengan waktu untuk mencari 24 penumpang yang dilaporkan masih hilang di tengah laut.
Ketidakpastian jumlah korban sempat menyelimuti proses evakuasi akibat adanya selisih data manifes penumpang.
Baca juga:
Kakek di Gowa Hilang di Hutan, Basarnas Kerahkan Drone Thermal
Saat ini data terbaru dari Basarnas Makassar menyebutkan bahwa jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 74 orang.
“Sebanyak 49 berhasil selamat dan satu orang tewas, sementara yang masih dalam pencarian sebanyak 24 orang,” kata Kepala Operasi dan SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan kepada wartawan, Kamis 16 Juli 2026.
Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu 15 Juli 2026 sekitar pukul 05.00 WITA.
Namun di tengah jalan, kapal mengalami gangguan mesin fatal di posisi sekitar 43 mil laut (nautical mile) dari pelabuhan tujuan, hingga akhirnya terombang-ambing dan tenggelam.
Baca juga:
Terpeleset di Tebing Tamalelong, Pemancing di Selayar Ditemukan Tak Bernyawa
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim sesaat setelah mendapat laporan.
“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” kata Arif.
Data Manifes Penumpang Simpangsiur
Proses pendataan korban sempat mengalami kendala akibat ketidaksesuaian informasi awal dengan kondisi riil di lapangan.
Baca juga:
Perahu Nelayan Ditemukan Terapung Tanpa Awak di Pangkep, Basarnas Terjunkan Tim Pencari
Laporan pertama menyebutkan kapal hanya mengangkut 50 orang penumpang. Setelah dilakukan validasi bersama pihak terkait, jumlah total orang di atas kapal ternyata membengkak menjadi 74 orang.
Arif menambahkan bahwa angka-angka ini masih bersifat dinamis. Tim SAR Gabungan terus membuka posko koordinasi dan menunggu laporan dari pihak keluarga yang merasa anggotanya ikut dalam pelayaran tersebut.
“Kami mohon doanya, mudah-mudahan tim SAR gabungan bisa secepatnya menemukan korban yang masih dalam pencarian,” imbuhnya.
Baca juga:
Hilang 2 Hari saat Seberangi Sungai Rongkong, Firman Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa
Upaya penyelamatan berlangsung dramatis pada Kamis 16 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 04.00 WITA. KM Harapan Kita yang sedang melintas dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan menyelamatkan 41 orang (termasuk awak kapal) di titik yang berjarak 18 mil laut dari lokasi kecelakaan.
Di saat yang bersamaan, sebuah kapal nelayan setempat juga berhasil menyelamatkan 6 orang lainnya dan langsung mengevakuasi mereka menuju Pulau Polassi.
Untuk menyisir keberadaan 24 korban yang tersisa, operasi penyelamatan kini diperluas menggunakan sistem Search and Rescue Planning (Sarmap).
Operasi besar-besaran ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak, meliputi Tim Rescue Pos SAR Selayar dan Basarnas Makassar, TNI AL & ABK KRI Marlin 877, BPBD Selayar, Syahbandar, & SROP Selayar, Polairud serta relawan kapal nelayan setempat.
Tim SAR Gabungan menegaskan akan terus memaksimalkan pencarian di sekitar titik tenggelamnya kapal dan area koordinat yang telah dipetakan. (*)



Tinggalkan Balasan