TOPNEWSP.COM, GOWA — Ribuan pendaki dari berbagai daerah menyerbu puncak Gunung Bawakaraeng, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) demi memeriahkan pengibaran Bendera Merah Putih, untuk memperingati HUT ke-81 RI, Senin (17 Agustus 2026).
Hingga, Minggu (16 Agustus 2026),
tercatat 2.557 orang melakukan pendakian Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa.
Untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi selama aktivitas pendakian., Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menggelar Siaga Khusus Merah Putih selama 15–18 Agustus 2026.
Baca juga:
Momen HUT ke-81 RI: Yayasan Babussalam Gelar Zikir dan Tablig Akbar Kebangsaan di Ikon Kota Makassar
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan, kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan kegiatan pendakian berlangsung aman sekaligus mempercepat respons apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pertolongan.
“Kami menyiagakan personel di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian hingga kawasan puncak. Fokus kami adalah memastikan seluruh pendaki dapat menjalankan kegiatan dengan aman dan apabila terjadi kondisi darurat, tim dapat segera memberikan pertolongan,” ujar Arif Anwar.
Pada hari kedua pelaksanaan Siaga Khusus, Minggu (16 Agustus 2026), pemantauan dilakukan terhadap para pendaki yang bergerak menuju puncak Gunung Bawakaraeng.
Baca juga:
Rayakan HUT ke-80 RI di Gunung Bawakaraeng, 32 Pendaki Alami Trouble Satu Meninggal
Hingga pembaruan terakhir, jumlah pendaki yang terdata mencapai 2.557 orang, dengan rincian 94 orang melalui jalur registrasi Lembanna, 1.195 orang melalui Bulu Balea, 872 orang melalui Tassoso, dan 396 orang melalui Kanreapia.
Untuk mendukung pengamanan, Basarnas Makassar menempatkan tim di sejumlah titik, yaitu Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, kawasan puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.
Sebanyak 211 personel dari berbagai unsur SAR turut terlibat dalam operasi Siaga Khusus tersebut. Mereka terdiri atas Tim Rescue KPP Makassar, SAR Locus, SAR Marteam, KSR PNUP, Redcar, TBM UMI, Saukang Explorer, SAR Hasanuddin, Daeng Tisia Rescue, TRC Tonasa, Tekpala UMI, Mapala UMI, Kedokteran UMI, Siaga Ners, KSR Sakura, SAR UNM, Humanity, KSR PMI UMI, KSR UMI, Koopsa, DPG, WPLH-Fosil MKS, Jejak Kanreapia Rescue, Rescue Bulu Bialo, TBF Sternum Unhas, SAR Pangkep, SRT, Kalla Rescue, dan Team Alfa.
Baca juga:
4.068 Pendaki Rayakan HUT ke 80 RI di Gunung Bawakaraeng, 25 Orang Alami Trouble
Arif menambahkan bahwa hingga laporan Siaga Khusus H.2 diterbitkan, belum terdapat pendaki yang dilaporkan mengalami kondisi trouble, baik sakit, meninggal dunia, maupun membutuhkan pertolongan darurat.
“Sampai saat ini situasi masih aman dan belum ada laporan pendaki yang mengalami trouble. Meski demikian, kami mengimbau seluruh pendaki tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, membawa perlengkapan yang sesuai, serta mengikuti arahan petugas dan relawan di lapangan,” katanya.
Tim SAR gabungan mulai bergerak menuju titik-titik penempatan pada Sabtu (15 Agustus 2026) malam. Selanjutnya, sejak Minggu pagi pukul 07.00 Wita, personel melakukan pemantauan terhadap pergerakan pendaki menuju puncak.
Baca juga:
Kondisi cuaca di kawasan Gunung Bawakaraeng pada saat pemantauan dilaporkan cerah. Basarnas Makassar tetap mengingatkan pendaki untuk memperhatikan perubahan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan.
“Semangat memperingati kemerdekaan harus tetap dibarengi dengan kesadaran keselamatan. Jangan sampai euforia pendakian membuat kita mengabaikan kondisi diri sendiri maupun lingkungan,” tutur Arif.
Siaga Khusus Merah Putih akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Selama periode tersebut, personel SAR gabungan tetap berada di sejumlah titik yang telah ditentukan untuk melakukan pemantauan dan memberikan respons cepat apabila dibutuhkan.
Basarnas Makassar juga mengajak seluruh pendaki untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama mengikuti rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gunung Bawakaraeng. (*)



Tinggalkan Balasan