TOPNEWSP.COM, POLEWALI – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) bakal digelar tahun 2026.
Sejumlah figur bahkan mulai bermunculan, sebut saja incumbent, mantan kepala desa hingga mantan camat telah bergerak untuk ikut meramaikan kontestasi di desa, bahkan salah satu figur muda yang bertekad memajukan Desa Kenje yakni Abdullah Latif ikut meramaikan bursa pencalonan.
Bahkan menjelang Pilkades 2026, peta persaingan semakin menghangat dengan kepastian dukungan untuk Abdullah Latif, dukungan kuat dari masyarakat itu setelah puluhan tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan warga Dusun Ujung Baru menggelar deklarasi resmi di kediamannya pada Kamis 28 Mei 2026 malam.
Baca juga:
Sapa Warga, Anggota DPRD Polman Puang Anti Terima Keluhan Sampah hingga BLT Tak Merata
Dukungan kolektif ini mempertegas posisi Abdullah Latif sebagai salah satu kandidat kuat yang diharapkan mampu membawa angin perubahan bagi tata kelola Desa Kenje ke depan.
Ada hal menarik dalam deklarasi kali ini. Demi menciptakan rekonsiliasi dan pemerataan pembangunan, Abdullah Latif secara terbuka berkomitmen untuk merangkul figur dari Dusun Ujung Baru masuk ke dalam jajaran struktur kepemimpinan desa di masa mendatang.
Langkah taktis ini dinilai sebagai upaya konkret untuk mengikis sekat antarwilayah dan memastikan roda pemerintahan berjalan inklusif.
Baca juga:
40 Calon Haji Polman 2026 Antusias Ikuti Bimbingan Manasik di KBIHU Darul Qurra Kenje
“Kami tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga menitipkan harapan besar untuk masa depan Desa Kenje yang lebih maju, sejahtera, dan bersatu,” ujar salah satu perwakilan warga, Syukur di sela-sela acara.
Mengusung visi besar “Kenje Maju, Warga Sejahtera”, Abdullah Latif memaparkan beberapa program prioritasnya jika terpilih nanti dan dipercaya mengembang amanah sebagai kepala desa.
Program prioritas tersebut di antaranya penguatan ekonomi & UMKM yakni menjadikan sektor usaha mikro sebagai pilar utama kesejahteraan warga.
Selain itu juga akan melakukan pemerataan infrastruktur dengan memastikan pembangunan fisik tidak hanya berpusat di satu titik, serta menciptakan lingkungan desa yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga:
Menanggapi besarnya gelombang dukungan dari arus bawah, lulusan Sarjana Sastra ini memilih untuk tetap membumi. Ia menegaskan tidak ingin mengumbar janji manis politik kepada warga.
“Saya tidak ingin banyak berjanji. Saya ingin bekerja, mendengar aspirasi masyarakat, dan mengabdi untuk kemajuan Desa Kenje. Bersama ARMED (Abdullah Mengabdi Memajukan Ekonomi Desa), mari kita bangun Kenje yang lebih maju dan membanggakan,” tegas Abdullah.
Acara deklarasi tersebut juga dihadiri salah satu tokoh masyarakat, Abdillah yang dikenal religius dan punya perhatian dan kepedulian kepada masyarakat Desa Kenje selama ini, dia juga merupakan lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Abdillah.
Deklarasi dukungan itu berjalan dengan tertib dan ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh warga yang hadir untuk menjaga kondusifitas Pilkades Kenje 2026 agar tetap damai, sejuk, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. (*)



Tinggalkan Balasan