TOPNEWSP.COM, POLMAN – Upaya menjaga eksistensi nilai-nilai tradisi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda di tengah arus modernisasi.
Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat Ainun Nurdin Hamma, seorang pemuda asal Mandar yang mendedikasikan dirinya sebagai motor penggerak dalam melestarikan warisan leluhur Bumi Sandeq.
Ainun dikenal luas atas perannya sebagai inisiator di balik suksesnya perhelatan budaya “Bambakobisayang-sayang”.
Agenda tersebut bukan sekadar pertunjukan musik tradisional, melainkan sebuah ruang refleksi bagi masyarakat Mandar untuk kembali mengenal identitas dan jati diri mereka.
Baca juga:
Komitmen Satu Suara, Warga Deklarasi Dukungan untuk Abdullah Latif Maju Pilkades Kenje Polman
Bagi Ainun, musik tradisional Mandar adalah narasi sejarah yang harus terus dirawat. Petikan nada dan lantunan kalimat dalam setiap karya yang ia angkat mampu menyentuh sisi emosional para perantau asal Mandar, membangkitkan rasa rindu sekaligus kebanggaan akan tanah kelahiran.
“Musik tradisional bukan sekadar rangkaian nada, melainkan identitas dan cerita jati diri yang harus kita jaga. Saya berharap melalui karya-karya ini, harmoni musik Mandar dapat terus menggema, tidak hanya di tingkat daerah, namun mampu memperkuat eksistensi kebudayaan kita hingga ke kancah internasional,” ujar Ainun dalam sebuah kesempatan.
Terselenggaranya agenda pelestarian ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan.
Dedikasi Ainun dan tim panitia dalam mengorganisir kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah nyata dalam menjaga keagungan warisan leluhur.
Baca juga:
Sapa Warga, Anggota DPRD Polman Puang Anti Terima Keluhan Sampah hingga BLT Tak Merata
Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi penerus lainnya untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya.
Dengan semangat ‘MandarituKarya’, Ainun Nurdin Hamma mengajak seluruh elemen masyarakat dan pekerja seni untuk terus bersinergi dalam merawat tradisi agar tetap relevan di masa depan.
Ke depan, agenda pelestarian budaya semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkelanjutan, menjadikannya sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda Mandar di mana pun mereka berada.
“Senang dan bangga sekali melihat antusiasme yang luar biasa dalam menjaga warisan budaya kita. Maju terus serta jaya selalu oleh kawan -kawan Generasi penerus dan para pekerja seni dalam melestarikan budaya Mandar,” ungkapnya. (*)



Tinggalkan Balasan