TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun ini kembali memperingati Haul Bung Karno namun dengan cara berbeda.
Kali ini dengan semangat menjaga kedaulatan pangan dan melestarikan warisan budaya Nusantara PDIP Sulsel menyelenggarakan “Festival Kuliner Mustika Rasa” di Sekretariat Jalan Gunung Bawakaraeng Makassar, Sabtu 4 Juli 2026.
Acara ini menjadi panggung bagi para kader dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan untuk mengeksplorasi resep-resep tradisional Indonesia.
Baca juga:
Ketua Panitia Pelaksana, Rudy Pieter Goni (RPG), menjelaskan bahwa festival ini merujuk pada buku resep legendaris “Mustika Rasa” yang digagas Bung Karno.
“Festival ini adalah bentuk konkret upaya kita menjaga tradisi memasak khas Indonesia. Mustika Rasa adalah bukti kekayaan intelektual bangsa kita dalam hal kuliner yang harus terus kita perkenalkan kepada generasi muda agar mereka bangga dengan pangan lokal,” ujar RPG saat membuka acara.
Dalam kompetisi ini, seluruh peserta dari 13 DPC PDIP di Sulawesi Selatan, serta organisasi sayap partai seperti BAMUSI dan BMI, diwajibkan menyajikan nasi goreng sebagai menu utama.
Baca juga:
PDIP Sulsel Gelar Maulid Nabi, ARW Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah
Pemilihan menu nasi goreng bukan sekadar kebetulan. RPG mengungkapkan bahwa menu ini memiliki makna filosofis yang erat dengan sosok Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Ibu Megawati sering menyajikan nasi goreng untuk tamu-tamunya. Ini adalah simbol keramahtamahan dan kecintaan terhadap kuliner Nusantara,” ujarnya.
Nasi goreng kata mantan anggota DPRD Sulsel ini melambangkan keberagaman. “Bumbu yang diracik menjadi satu kesatuan yang lezat; sebuah cerminan semangat gotong royong dalam membangun bangsa,” tambahnya.
Selain nasi goreng, festival ini mewajibkan peserta menyajikan pendamping berbahan dasar pangan lokal seperti sagu, ubi, dan jagung.
Baca juga:
Hadiri Muskerwil IV PPP, Sekda Jufri Rahman Puji Soliditas Partai dan Titip Dua Pesan Ini
Langkah ini diambil sebagai kampanye nyata untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan mempopulerkan sumber karbohidrat alternatif yang melimpah di tanah air.
Tim juri yang terdiri dari Risfayanti Muin, Wilda Pabokori, Hermina Dona, dan Erika Tansil, menilai peserta berdasarkan ketatnya kriteria cita rasa, kreativitas penyajian, hingga aspek kebersihan.
Bagi para pemenang, panitia menyiapkan Piala Bergilir serta dana pembinaan sebagai apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengolah pangan lokal.
Melalui ajang ini, DPD PDIP Sulsel berharap semangat Bung Karno untuk berdikari di bidang pangan dapat tertanam kuat dalam sanubari para kader, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih mencintai produk-produk kuliner dalam negeri. (*)



Tinggalkan Balasan