TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi meluncurkan terobosan baru untuk mendongkrak partisipasi publik dalam mengawal pesta demokrasi.
Bawaslu Sulsel menggagas program volunteering (sukarelawan) penegakan hukum pemilu berbasis kampus, dengan menunjuk Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sebagai pilot project pertama.
Program inovatif ini didesain menyerupai konsep paralegal. Nantinya, para mahasiswa akan diterjunkan langsung ke tengah masyarakat sebagai pendamping hukum guna mengikis rasa takut warga dalam melaporkan dugaan pelanggaran pemilu.
Baca juga:
Bawaslu Sulsel Gembleng Kader P2P Bantaeng, Fokus Cegah Masalah DPT hingga Pencatutan Sipol
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat sering kali memilih bungkam meski menyaksikan pelanggaran pemilu di depan mata.
Faktor utamanya bukan karena tidak peduli, melainkan karena awam terhadap prosedur pelaporan dan merasa tidak siap menghadapi proses birokrasi penanganan pelanggaran.
“Kampus akan menjadi perpanjangan tangan Bawaslu. Melalui kerja sama dengan UMI, kami ingin mahasiswa menjadi agen penyadaran. Targetnya adalah membangun keberanian masyarakat untuk melapor, sekaligus memastikan laporan tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Mardiana saat melakukan audiensi di Kampus Pascasarjana UMI, Kamis 2 Juli 2026.
Baca juga:
Strategi Baru Bawaslu Sulsel Rangkul Pengawas Pemuda di Bantaeng, Edukasi dengan Senyum
Mardiana menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara lembaga pengawas dan masyarakat. Dengan bekal pendampingan yang diberikan mahasiswa, warga diharapkan tidak lagi bingung mengenai hak dan tahapan pelaporan saat mengendus adanya kecurangan.
Jika proyek percontohan di Pascasarjana UMI ini berjalan sukses, Bawaslu Sulsel berencana mereplikasi program serupa ke berbagai perguruan tinggi lainnya di Sulawesi Selatan.
“Ini adalah embrio lahirnya sukarelawan penegakan hukum pemilu yang pertama kali diterapkan di lingkungan kampus,” tambah Mardiana.
Baca juga:
Bawaslu Sulsel Siapkan Pasukan Pengawas Partisipatif di 24 Daerah
Bawaslu Sulsel menargetkan program volunteering ini sudah matang dan siap bergerak sebelum tahapan pemilu resmi dimulai.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua Bawaslu Sulsel turut didampingi oleh Kepala Bagian Hukum, Humas, dan Datin Bawaslu Sulsel.
Rombongan disambut langsung oleh Direktur Pascasarjana UMI, Prof. Laode Husen, yang menyatakan kesiapannya dalam mendukung kolaborasi strategis demi terciptanya pemilu yang bersih dan berintegritas. (*)



Tinggalkan Balasan