TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi mematangkan persiapan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026.
Program strategis ini akan digelar serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan mulai Mei hingga Oktober mendatang.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menekankan bahwa program P2P adalah representasi wajah lembaga secara utuh.
Baca juga:
Bawaslu Sulsel Puji Militansi Pengawas Maros Kawal Data Pemilih Berkelanjutan
Dia pun meminta seluruh lini di Bawaslu untuk bersinergi menyuarakan program ini secara masif.
“P2P bukan hanya milik divisi pencegahan, ini adalah wajah Bawaslu secara keseluruhan. Kita harus membunyikan kegiatan ini di berbagai lini masa agar dampaknya terasa nyata oleh masyarakat,” ujar Mardiana dalam Rapat Koordinasi yang digelar secara hybrid pada Rabu 22 April 2026,
Salah satu poin menarik dalam persiapan tahun ini adalah rencana pembentukan komunitas digital bagi para alumni P2P.
Baca juga::
Perkuat Layanan Informasi dan Literasi Data, Bawaslu RI Sambangi Sulsel
Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas, Saiful Jihad, menyatakan bahwa keberhasilan program ini tidak boleh berhenti saat acara selesai.
“Kita butuh keberlanjutan. Komunitas digital akan menjadi wadah bagi alumni P2P untuk terus berkolaborasi melakukan pengawasan di lapangan,” ungkapnya.
Meski menghadapi tantangan anggaran, Bawaslu Sulsel berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas pengawasan.
Baca juga:
Perkuat Layanan Informasi dan Literasi Data, Bawaslu RI Sambangi Sulsel
Anggota Bawaslu Sulsel, Andarias Duma’, mengingatkan jajaran di daerah agar tetap menjaga integritas dan tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai penghalang.
Melalui persiapan matang ini, Bawaslu Sulsel berharap P2P tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan gerakan akar rumput yang mampu mengawal demokrasi di pelosok Sulawesi Selatan secara mandiri. (*)



Tinggalkan Balasan