TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian di Sungai Pampang, Makassar selama dua hari akhirnya membuahkan hasil.
Asrul alias Omah (25), pemuda yang dilaporkan hilang terseret arus di Sungai Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu 20 Mei 2026 siang.
Jasad korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.45 Wita, tidak jauh dari lokasi awal dirinya dilaporkan tenggelam.
Baca juga:
Tragis! Pasutri Hanyut Terseret Arus Sungai Buakang Gowa, Suami Ditemukan Tewas Istri Masih Dicari
“Pencarian hari kedua akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 85 meter dari lokasi diduga tenggelam,” ujar Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan.
Peristiwa itu bermula pada Selasa 19 Mei 2026 malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama dua orang rekannya nekat melompat ke kanal Sungai Pampang.
Diduga, ketiganya berada di bawah pengaruh minuman keras dan merasa kepanasan, sehingga memutuskan untuk menceburkan diri ke sungai.
Baca juga:
Nahas, meski dua rekannya berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi, Asrul justru terseret arus sungai yang deras hingga tenggelam.
Proses pencarian pada hari kedua melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur SAR. Sejak Rabu pagi, tim menyisir area hingga radius 500 meter menuju muara sungai menggunakan perahu karet.
Selain melakukan penyisiran visual di sisi kiri dan kanan kanal, Tim SAR juga menerapkan strategi khusus untuk memancing jasad korban agar naik ke permukaan.
Baca juga:
Kota Makassar Mulai Terendam Banjir, Tim SAR Gabungan Sigap Evakuasi Korban di Sejumlah Titik
Penyisiran manual menggunakan perahu karet menyisir dari titik nol hingga 500 meter ke arah muara serta memanfaatkan mesin tempel perahu karet untuk menciptakan ombak dan menggerakkan arus di dasar sungai.
“Strategi tersebut terbukti efektif. Setelah beberapa kali metode gelombang buatan diterapkan, jasad Asrul akhirnya muncul ke permukaan dan langsung dievakuasi oleh petugas untuk dibawa ke rumah duka,” ungkapnya.
Atas kejadian ini, Andi Sultan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan tindakan berbahaya di sekitar area sungai.
Baca juga:
Tragis! Pemuda Wajo Hilang Tenggelam Usai Lompat ke Air Terjun Kembar Luwu Timur
“Kami mengimbau masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang. Jangan melakukan aktivitas berlebihan di sekitar sungai, terlebih bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang,” tegasnya.
Di akhir penjelasannya, pihak Basarnas Makassar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur Potensi SAR yang telah mendedikasikan waktu dan tenaganya dalam proses pencarian ini. (*)



Tinggalkan Balasan