Kisah Kehamilan Siti Aminah (3)
TOPNEWSP.COM, – Pada suatu hari, Siti Aminah R.Ah melanjutkan ceritanya tentang apa yang terjadi dan keajaiban yang ia alami selama kehamilannya.
Dia menyebutkan, di bulan keempat kehamilannya, pada suatu malam tiba-tiba di depannya hadir lagi sosok makhluk, berkulit hitam, rupawan dan memancarkan cahaya keridhaan.
Dia melihat jauh ke dalam sanubariku dan ia menunjuk kepada janin dalam rahimku, memberi salam dan hormat kepadaku.
“Mudah-mudahan kedamaian dan kesejahteraan dilimpahkan kepada engkau,” wahai Aminah.
Dalam ketakutan aku beranikan diri bertanya kepada makhluk bercahaya itu. “Duhai makhluk cahaya. Siapakah engkau?” tanyaku kepadanya.
“Jangan takut wahai Aminah, selamat bagimu karena engkau telah mengandung seorang Nabi terpuji; pembimbing agung yang akan memperoleh kemenangan.”
“Aku adalah Nabi Hud. Aku diutus untuk mengunjungimu dan mengucapkan salam kepadamu dan kepada janin yang ada dalam rahimmu.”
Setelah mengucapkan salam dan menjelaskan siapa dirinya, makhluk itu yang tak lain adalah seorang nabi itu pun menghilang dari hadapanku.
Lalu kejadian serupa kembali terulang di bulan kelima kehamilan ibunda Al Mustafa, di suatu malam muncul lagi di hadapannya suatu wujud indah dan sempurna, raut wajahnya dipagari cahaya cemerlang.
Aminah menyebutkan, pandangan sosok cahaya itu menikam ke dalam hatinya, menunjuk kepada janin dan mengucapkan salam.
“Mudah-mudahan kedamaian dan kesejahteraan dilimpahkan kepada engkau, wahai hiasan para Rasul. Semoga kedamaian dan kesejahteraan dilimpahkan kepada engkau, wahai kunci segala Nabi.” kata sang sosok cahaya.
Aminah bertanya lagi, “Siapakah engkau wahai makhluk berwujud cahaya?” Wujud tersebut menjawab, “Aku adalah Nabi Shaleh. Aku datang karena diutus Allah SWT untuk mengucapkan selamat kepada engkau disertai berita baik.
Selamat bagi engkau wahai Aminah. Kau sedang membawa Nabi terpuji; dicintai Tuhan; Pembimbing yang murah hati dan dermawan.” Kemudian wujud cahaya tersebut sirna dari pandangan matanya.
Setiap kali makhluk itu menghilang dari hadapanku, aku selalu merasa bahagia. Ketenangan memancar dari dalam diriku.
Itulah kisah bulan keempat Syawal dan bulan kelima Dzulkaiddah yang dialami oleh ibunda Nabi kita Muhammad SAW
Jiwa Nabi Hud As dan Jiwa Nabi Shaleh As yang datang untuk mengucapkan salam sejahtera untuk Baginda Nabi Muhammad SAW yang masih ada dalam kandungan ibunya.
Semoga Salam Sejahtera juga dilimpahkan untuk kita semua umatnya dengan senantiasa menyambungkan jiwa kita dengan Sang Nabi lewat Shalawat kepadanya. Amin… Ya Rabbal Alamin. (*) (bersambung)
Sumber:
bijaksanabijaksini@blogspot.com



Tinggalkan Balasan