Kisah Kehamilan Siti Aminah (4)
TOPNEWSP.COM, – Suatu hari, tatkala usia kandungan Siti Aminah R.Ah menginjak usia enam bulan, beberapa keajaiban masih terjadi dan dialami ibunda Nabi SAW.
Siti Aminah pun melanjutkan ceritanya, tepat di bulan Dzulhijjah atau usia kandungannya enam bulan, sesosok wujud bercahaya kembali hadir lagi di hadapannya.
Aminah menyebut, sosok cahaya itu memandanginya serta menunjuk kepada bayi dalam rahimnya dan mengucapkan salam.
Giliran Nabi Hud dan Shaleh Menyapa Muhammad dalam Kandungan Ibunya, Ini Pesannya
“Mudah-mudahan kedamaian dan kesejahteraan dilimpahkan kepada engkau, Ya Rasulullah Muhammad SAW. Mudah mudahan kedamaian dan kesejahteraan dilimpahkan kepada engkau; Duhai yang Dikasihi Allah.”
Kata Aminah, setelah dia mengucapkan salam, aku bertanya kepadanya, “Siapakah engkau wahai makhluk indah penuh cahaya?”
Cahaya tersebut menjawab, “Aku adalah kerabat baik Tuhan Semesta Alam – Nabi Ibrahim As. Aku diutus kepadamu membawa berita baik. Engkau tengah mengandung Nabi yang Agung; Rasul terakhir yang mempunyai keindahan dan ketulusan.”
Setelah mengucapkan salam dan menjelaskan siapa dirinya, cahaya itu sirna dari pandangan mata.
Di suatu malam tepat pada bulan ketujuh, peristiwa seperti bulan-bulan sebelumnya terjadi lagi.
Aminah mengaku, sesosok cahaya hadir lagi di hadapanku. Aku menyaksikan sosok yang begitu rupawan berdiri di hadapanku.
“Sosok itu memandang tajam ke dalam hatiku, menunjuk kepada janin dalam rahimku dan mengucapkan salam,” ujarnya.
“Mudah-mudahan kedamaian dan kesejahteraan dilimpahkan kepada engkau, Ya Rasulullah Muhammad SAW. Mudah mudahan kedamaian dan kesejahteraan dilimpahkan kepada engkau duhai Rasul pilihan Tuhan.”
Sebelum makhluk diliputi cahaya itu pergi, aku mengajukan pertanyaan kepadanya: “Siapakah engkau wahai makhluk indah bercahaya?”
Dia menjawab sebelum menghilang dari pandanganku, “Aku Nabi Ismail, aku datang mengucapkan selamat dan membawa berita baik kepadamu. Selamat wahai Aminah, engkau membawa serta dalam rahimmu Nabi yang lembut hatinya. Seorang Rasul yang garis nasabnya kukuh; fasih berbahasa; ahli dalam berbagai bidang.”
Ini adalah kunjungan kesekian kalinya makhluk-makhluk yang dipenuhi cahaya. Karena sudah terbiasa mendapat kunjungan setiap bulannya membuat ketakutan yang awalnya dilami setiap kali makhluk itu menampakkan dirinya menjadi hilang.
Itulah kisah bulan keenam dan bulan ketujuh yang dialami oleh ibunda Nabi Muhammad SAW. Jiwa Nabi Ibrahim As dan jiwa Nabi Ismail As yang datang untuk mengucapkan salam sejahtera untuk Baginda Nabi Muhammad SAW yang masih ada dalam kandungan ibunya.
Kedua nabi yang berkunjung itu adalah kakek moyang dari Baginda Nabi Al Musthafa Muhammad SAW. Garis keturunan Nabi SAW masih tersambung dengan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As dari kedua orang tuanya.
Semoga Salam Sejahtera juga dilimpahkan untuk semua umatnya dengan senantiasa menyambungkan jiwa dengan Sang Nabi lewat Shalawat kepadanya. Amin… Ya Rabbal Alamin. (bersambung)
Sumber:
bijaksanabijaksini@blogspot.com



Tinggalkan Balasan