TOPNEWSP.COM, MALAYSIA – Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan teknologi kesehatan modern di Asia Tenggara.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau laboratorium mutakhir milik CryoCord di Cyberjaya, Malaysia, Jumat 22 Mei 2026.
CryoCord sendiri merupakan pionir teknologi sel yang berdiri sejak 2002. Perusahaan yang kini memiliki cabang di Jakarta ini telah berkembang pesat dengan menguasai teknologi sel punca mesenkimal (MSCs), Natural Killer Cell (NK Cell), hingga terapi mutakhir CAR T-cell untuk imunologi modern, serta mengantongi belasan paten di Malaysia dan Amerika Serikat.
Baca juga:
Menurut Taruna, penguasaan teknologi sel dan gen adalah arah masa depan layanan kesehatan global yang sangat krusial untuk terapi presisi.
“Investasi dan kolaborasi strategis di bidang ini sangat penting untuk mendukung kemandirian layanan kesehatan nasional kita,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi BPOM meninjau langsung fasilitas laboratorium CryoCord yang telah mengantongi sertifikasi cGMP, akreditasi AABB, serta dilengkapi fasilitas Biosafety Level 2 (BSL-2).
Baca juga:
Gebrakan Global Taruna Ikrar: BPOM Gandeng A*STAR Singapura Kembangkan Terapi Gen dan Sel CAR-T
Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu manufaktur teknologi sel terbesar di Asia Tenggara.
Turut hadir dalam rombongan tersebut Wakil Menteri Tenaga Kerja RI Afriansyah Noor, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, serta sejumlah pejabat tinggi dan Staf Khusus BPOM RI. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Managing Director CryoCord Group, James Then, dan Country Manager CryoCord Indonesia, Ira Gaffar.
Melalui kunjungan ini, Indonesia diharapkan dapat menangkap peluang investasi dan mempercepat transformasi industri kesehatan nasional menuju kemandirian teknologi medis modern. (*)



Tinggalkan Balasan