TOPNEWSP.COM, BANTAENG – Menghadapi wilayah geografis yang luas dengan jumlah personel yang terbatas, Bawaslu Sulawesi Selatan memilih strategi baru yang lebih segar: pendekatan humanis.
Lewat prinsip “mengedukasi dengan senyum”, Bawaslu mengajak generasi muda untuk ikut ambil bagian dalam pengawasan pemilu.
Strategi ini dipaparkan langsung oleh Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, dalam forum Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Kabupaten Bantaeng, Selasa 2 Juni 2026.
Baca juga:
Bawaslu Sulsel Siapkan Pasukan Pengawas Partisipatif di 24 Daerah
Menurut Mardiana, pengawasan pemilu saat ini tidak boleh kaku dan hanya terjebak pada isu politik uang.
Banyak aspek teknis lain yang butuh kejelian mata masyarakat, mulai dari masalah data pemilih ganda hingga kasus pencatutan nama warga di aplikasi Sipol parpol secara sepihak.
“Sebenarnya kita hadir untuk mencerahkan masyarakat agar peristiwa-peristiwa seperti ini tidak terjadi,” ujar Mardiana.
Baca juga:
Bawaslu Sulsel Puji Militansi Pengawas Maros Kawal Data Pemilih Berkelanjutan
Mardiana berharap lewat pelatihan intensif ini, para kader muda di Bantaeng memiliki modal pengetahuan regulasi yang kuat sejak dini.
Forum ini juga sukses menyusun peta jalan (roadmap) lokal untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai potensi pelanggaran pemilu secara bersama-sama. (*)



Tinggalkan Balasan