TOPNEWSP.COM, KENDARI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkat inovasinya menyiasati keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Bahkan hal itu tidak menjadi penghalang bagi Pemkab Wajo untuk melebarkan sayap pembangunan. Terbukti, strategi inovatif Pemkab Wajo dalam menggandeng pihak swasta berhasil mengantarkan daerah ini meraih Juara 1 Kategori Creative Financing tingkat kabupaten se-Regional Sulawesi.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29 Mei 2026).
Baca juga:
Peringatan HJW ke-627: Bupati Wajo Tekankan Semangat Yassiwajori dan Pembangunan Infrastruktur
Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Wajo, Andi Rosman, didampingi Sekretaris Daerah, Armayani. Acara puncak ini turut dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat negara, seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa ajang ini dirancang khusus untuk memberi apresiasi kepada para kepala daerah yang adaptif di empat sektor krusial yakni, penanganan pengangguran, kemiskinan, dan stunting, pengendalian inflasi dan Creative financing (Pembiayaan Kreatif).
Mendagri menekankan bahwa pencapaian luar biasa ini patut dipertahankan dan ditiru oleh daerah lain agar pembangunan di wilayah Sulawesi dapat terakselerasi secara berkelanjutan.
Baca juga:
Bupati Wajo Andi Rosman Tekankan Profesionalitas ASN di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran
Usai menerima penghargaan, Bupati Wajo, Andi Rosman, mengungkapkan rahasia di balik suksesnya skema pembiayaan kreatif di wilayahnya.
Menurutnya, creative financing merupakan gebrakan pendanaan di luar APBD murni yang mengoptimalkan potensi aset daerah serta menarik modal swasta.
“Pembangunan infrastruktur dan perbaikan layanan publik dapat kita percepat tanpa harus membebani keuangan negara atau daerah secara berlebihan. Ini adalah buah dari kolaborasi kuat antara pemda dan sektor swasta,” terang Andi Rosman.
Baca juga:
Bupati Wajo Resmikan Garda Sensus Ekonomi 2026: Pilar Akurasi Data Pembangunan Daerah
Pemkab Wajo berhasil menyisihkan berbagai kabupaten lain di Sulawesi berkat pemenuhan sejumlah indikator penilaian yang komprehensif, di antaranya Kemampuan daerah dalam mengelola Badan Usaha Milik Daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel dan konsistensi dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan mempertahankan opini positif dari KPK.
Andi Rosman menegaskan bahwa penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Wajo dan jajaran ASN yang telah bekerja keras.
“Capaian ini juga dipastikan menjadi pemicu semangat untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan sejahtera di masa depan,” tandasnya. (*)



Tinggalkan Balasan