TOPNEWSP.COM, MAKASSAR – Akuatik Indonesia Sulawesi Selatan (Sulsel) memilih mendobrak batasan ketika anggaran seringkali menjadi tembok penghalang bagi atlet nasional.
Tanpa mengandalkan sepeser pun dana pemerintah (APBD), Sulsel resmi menjadi satu-satunya daerah yang mengirimkan delegasinya ke Kejuaraan Dunia Akuatik 2026 di Cina.
Langkah berani ini diambil untuk memastikan regenerasi dan momentum prestasi atlet tidak terputus.
Baca juga:
Kejuaraan bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 2026.
Hal yang paling mencuri perhatian adalah absennya daerah-daerah dengan kekuatan finansial besar, termasuk Jakarta. Sulawesi Selatan berdiri sendiri membawa bendera Merah Putih di panggung dunia.
“Untuk kejuaraan dunia ini, hanya Sulawesi Selatan yang mengirim atlet. Bahkan Jakarta tidak ikut. Jadi kita yang mewakili Indonesia,” tegas Amirullah Nur, Ketua Umum Akuatik Sulawesi Selatan, saat pelepasan atlet di Makassar, Kamis 23 April 2026.
Baca juga:
Resmikan Lapangan Gaspa, Gubernur Sulsel Dorong Semangat Olahraga Warga Palopo
Amirullah menjelaskan bahwa seluruh biaya, mulai dari tiket pesawat hingga akomodasi selama di Cina, ditanggung sepenuhnya secara mandiri oleh organisasi.
Keputusan ini bukan sekadar nekat, melainkan sebuah kritik tajam terhadap pola pembinaan olahraga di tanah air yang dinilai terlalu “manja” pada anggaran daerah.
Amirullah berpendapat bahwa menunggu bantuan pemerintah hanya akan mematikan potensi atlet yang sedang berkembang.
Baca juga:
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Temui Menpora Dito Ario Tedjo, Ini yang Dibahas
Sulsel baru saja menyumbang medali perunggu di SEA Games 2025 Thailand lewat cabang renang artistik. Kejuaraan Dunia ini dipandang sebagai batu loncatan krusial menuju Asian Games.
“Organisasi membuktikan bahwa pembinaan bisa berjalan meski tanpa kucuran APBD,” tegasnya.
Ironisnya, semangat juang yang menembus level dunia ini tidak dibarengi dengan fasilitas di daerah asal. Hingga saat ini, Sulsel masih bergelut dengan keterbatasan kolam renang yang memadai.
“Kalau terus berharap pada APBD, pembinaan tidak akan jalan. Makanya kami bergerak sendiri,” tambah Amirullah.
Baca juga:
Misi Pemprov Sulsel Jadikan Selayar Bali Kedua Lewat Subsidi Penerbangan
Harapannya sederhana namun mendalam: suatu saat Sulsel memiliki gelanggang akuatik sendiri yang layak untuk mencetak juara-juara baru.
Meski berangkat dengan kemandirian finansial, manajemen memastikan para atlet tidak perlu memikirkan teknis biaya. Fokus utama mereka hanyalah berlatih dan bertanding.
Dengan persiapan yang matang, para atlet diharapkan mampu memberikan kejutan di Cina dan membuktikan bahwa keterbatasan dana bukan berarti keterbatasan prestasi. (*)



Tinggalkan Balasan