TOPNEWSP.COM, GOWA– Upaya pencarian terhadap Dg Patiha (70), warga Dusun Lemoa yang hilang sejak Rabu lalu, terus diintensifkan.
Memasuki hari kelima pada Senin 9 Maret 2026, Tim SAR Gabungan mengerahkan empat unit penyelamat (SRU) untuk menyisir aliran Sungai Bilareng hingga radius belasan kilometer dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa tim telah membagi kekuatan guna memastikan tidak ada area yang terlewatkan.
Baca juga:
Lansia di Gowa Hilang Terseret Arus Sungai, Pencarian Diperluas 2,5 Km hingga Tim Selam Dikerahkan
Strategi pencarian hari ini meliputi, Sektor 1, Fokus pada penyelaman di titik-titik sungai yang memiliki kedalaman atau pusaran air mencurigakan.
Sektor 2 penyisiran darat sejauh 3 km menuju kawasan Air Terjun Bantimurung.
Lalu sektor 3, melanjutkan penyisiran dari Air Terjun Bantimurung sejauh 4 km hingga Jembatan Datara.
Sementara Sektor 4 melakukan pemantauan dari Jembatan Datara sejauh 3 km menuju hilir di Dusun Bangkeng Tabbing.
Baca juga:
Tragis! Kapal Ditemukan Kosong, Nelayan Hilang Misterius di Perairan New Port Makassar
Korban terakhir kali terlihat pada Rabu 4 Maret 2026 pagi saat hendak menuju sawah. Kekhawatiran keluarga memuncak saat korban tak kunjung pulang hingga sore hari.
Dugaan korban terseret arus menguat setelah warga menemukan barang-barang milik korban di pinggir sungai, yang saat itu debit airnya sedang meningkat tajam akibat hujan deras.
“Kami berharap penyisiran darat maupun air di empat sektor ini membuahkan hasil. Cuaca hari ini cukup mendukung, namun kami tetap waspada terhadap fluktuasi debit air sungai,” ujar Arif Anwar.
Baca juga:
Operasi besar ini melibatkan kolaborasi luas, mulai dari Basarnas Makassar, BPBD Gowa, TNI/Polri, hingga relawan mahasiswa dari Unhas dan UNM. Warga setempat juga turut membantu memantau pinggiran sungai di sepanjang rute pencarian.
Pihak berwenang kembali mengingatkan warga di sepanjang aliran Sungai Bilareng untuk selalu waspada, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan arus sungai menjadi sangat berbahaya secara tiba-tiba. (*)



Tinggalkan Balasan