Skip to content
  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • TikTok

TOPNEWS PORTAL

  • SULSEL
  • MAKASSAR
  • SULBAR
  • NASIONAL
  • NUSANTARA
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFESTYLE

Resah Tunjangan Mandek Usai Status Dapodik Diubah, Guru PPPK di Wajo Mengadu ke DPRD

Avatar AN Latif
AN Latif
Juli 10, 2026
Resah Tunjangan Mandek Usai Status Dapodik Diubah, Guru PPPK di Wajo Mengadu ke DPRD

TOPNEWSP.COM, WAJO — Sejumlah guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tahap II Tahun 2025 di Kabupaten Wajo kini dalam kondisi resah.

Pasalnya, tunjangan sertifikasi yang selama ini menjadi hak mereka mendadak terhenti akibat perubahan status pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh Dinas Pendidikan setempat.

Tak terima dengan kondisi tersebut, para guru mendatangi Ruang Aspirasi DPRD Kabupaten Wajo pada Jumat (10 Juli 2026) untuk mengadukan permasalahan yang mereka hadapi.

Baca juga:

Dinilai Tak Adil bagi Daerah Penghasil, JMSI Wajo Desak Evaluasi Participating Interest Migas 2,5 Persen

Perwakilan guru, Wasiastuti, mengungkapkan bahwa perubahan status dari PTK Guru menjadi PTK Tenaga Kependidikan (Tendik) bermula saat pendaftaran seleksi PPPK Paruh Waktu Tahap II Tahun 2025.

Kala itu, mereka terpaksa memilih formasi teknis sebagai Operator Layanan Operasional sesuai arahan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) karena hanya posisi tersebut yang tersedia.

“Saat itu kami mengikuti arahan karena formasi yang tersedia hanya formasi teknis. Bahkan kami terancam akan dirumahkan jika tidak ikut mendaftar pada tahap II,” ungkap Wasiastuti.

Baca juga:

Bupati Wajo Andi Rosman Hadiri HUT ke-67 Maros, Komitmen Perkuat Sinergi Pembangunan Antardaerah di Sulsel

Padahal, para guru ini telah mengantongi Nomor Registrasi Guru (NRG) dari Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan sempat menikmati pencairan tunjangan sertifikasi selama beberapa bulan sebelum akhirnya dihentikan.

Wasiastuti juga menyinggung daerah lain seperti Morowali dan Soppeng yang mengalami kendala serupa namun berhasil menemukan solusi. Ia berharap status mereka sebagai guru dapat dipulihkan agar hak tunjangan sertifikasi kembali mengalir.

Menerima aspirasi tersebut, Anggota DPRD Wajo dari Partai Gelora, Amran, menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan merubah data Dapodik lantaran ada kekhawatiran aturan yang terlanggar.

Baca juga:

Bupati Wajo Konsultasi ke Ditjen Dukcapil Kemendagri demi Tingkatkan Kualitas Layanan Adminduk

Pihak dinas berpatokan bahwa beberapa pegawai dulunya berstatus tendik namun menerima sertifikasi, sehingga dikhawatirkan menjadi temuan jika PPPK Tendik tetap menerima tunjangan profesi guru.

Namun, penjelasan tersebut langsung ditepis oleh para guru. Mereka menegaskan bahwa tidak semua yang terdampak berlatar belakang operator sekolah. Sebagian besar dari mereka adalah guru yang aktif mengajar sejak awal sebelum mengikuti seleksi PPPK.

Menanggapi polemik yang terjadi, DPRD Kabupaten Wajo berkomitmen untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas.

Baca juga:

Bupati Wajo Andi Rosman Jadi Responden Pertama, Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026

Amran memastikan pihaknya akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) gabungan komisi dengan memanggil BKPSDM, Dinas Pendidikan, serta pihak terkait lainnya.

DPRD juga meminta para guru mendata seluruh rekan yang terdampak sebagai bahan acuan dalam RDPU mendatang.

“Kami juga akan mencari informasi tambahan terkait kondisi serupa di daerah lain. Harapan kami, kebutuhan tenaga pendidik di Wajo tetap terpenuhi dan guru yang sudah ada dapat dipertahankan, mengingat Wajo saat ini masih membutuhkan tenaga guru,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP ARTIKEL

  • Update Pencarian Korban KM Nurul Salsa: Tim SAR Fokus Menyisir Pulau Sabalana, Tapi Ini Tantangannya

    Juli 22, 2026
  • Baru 1,5 Bulan Menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang Pilih Mundur, Ini Alasannya

    Juli 22, 2026
  • Update Pencarian Korban KM Nurul Salsa: Satu Lagi Jenazah Ditemukan Mengapung di Laut, Operasi SAR Ditambah 3 Hari

    Juli 21, 2026
  • Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Mengapung di Tengah Laut, 2 Kapal Dikerahkan Evakuasi

    Juli 21, 2026
  • Hasrul Hasan Kembali Terpilih Jadi Komisioner KPI RI, Ini 9 Nama yang Disetujui DPR

    Juli 21, 2026

TOP Tags

Andi Sudirman Sulaiman dprd makassar Gubernur Sulsel kabupaten wajo Kota makassar

About Us

TOPNEWS PORTAL

Tentang Kami

Kode Etik

Redaksi

Kota Makassar, Sulawesi Selatan
+62859-3522-2004
redaksi.topnewsportal@gmail.com

Latest Articles

  • Update Pencarian Korban KM Nurul Salsa: Tim SAR Fokus Menyisir Pulau Sabalana, Tapi Ini Tantangannya

    Update Pencarian Korban KM Nurul Salsa: Tim SAR Fokus Menyisir Pulau Sabalana, Tapi Ini Tantangannya

    Juli 22, 2026
  • Baru 1,5 Bulan Menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang Pilih Mundur, Ini Alasannya

    Baru 1,5 Bulan Menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang Pilih Mundur, Ini Alasannya

    Juli 22, 2026
  • Update Pencarian Korban KM Nurul Salsa: Satu Lagi Jenazah Ditemukan Mengapung di Laut, Operasi SAR Ditambah 3 Hari

    Update Pencarian Korban KM Nurul Salsa: Satu Lagi Jenazah Ditemukan Mengapung di Laut, Operasi SAR Ditambah 3 Hari

    Juli 21, 2026

Media Partner

  • Instagram
  • TikTok
  • Facebook
  • X

© 2025 TopNews Portal. All rights reserved.

Scroll to Top